Materi dan Latihan Soal TWK Pilar Negara (NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) - CPNS 2027

Assalamu'alaikum semua. Pada kesempatan kali ini saya akan share materi TWK tentang lanjutan Pilar Negara yang meliputi NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ya. Selamat belajar!

PILAR NEGARA 

NKRI

A. Bangsa dan Negara

1. Bangsa

Bangsa merupakan kumpulan dari masyarakat yang membentuk negara. Menurut Otto Bauer (Jerman), bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter, karakteristik tumbuh karena adanya kesamaan nasib. Unsur-unsur terbentuknya bangsa, yaitu: (1) Adanya sekelompok orang/manusia, (2) Mendiami suatu wilayah, (3) Adanya keinginan untuk membentuk pemerintahan, (4) Merasa senasib dan sepenanggungan, (5) Memiliki kesamaan karakter, identitas, budaya, dan lain sebagainya sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lain.

2. Negara

Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Unsur-unsur terbentuknya negara meliputi dua unsur, yaitu unsur konstitutif (rakyat, wilayah, pemerintahan berdaulat) dan unsur deklaratif (pengakuan dari negara lain).

3. Asal Mula Terjadinya Negara

a. Terjadinya Negara Secara Primer

Proses terjadinya negara merupakan proses sejarah yang sangat panjang dan perlahan- lahan, tidak terjadi dalam waktu singkat. Fase atau tahapan-tahapan terbentuknya negara, yaitu sebagai berikut.

  1. Fase Persekutuan Masyarakat (Genootschaap), yaitu orang mulai hidup berkelompok menggabungkan diri untuk memenuhi kebutuhan bersama. Pemimpin merupakan orang terkemuka. Unsur terpenting adalah lahirnya suku yang berkembang menjadi dua, tiga, dan seterusnya sehingga melahirkan bangsa sebagai unsur pembentuk bangsa.
  2. Fase Kerajaan (Rijk), yaitu adanya kesadaran akan hak milik atas tanah sehingga melahirkan tuan tanah dan orang- orang yang menyewa tanah sehingga melahirkan sistem feodalisme, adanya unsur wilayah sebagai salah satu unsur lahirnya negara.
  3. Fase Negara (Staat), yaitu mulai tumbuh akan kesadaran bernegara, memerlukan hukum untuk mengatur kehidupannya, memerlukan unsur pemerintah yang berdaulat yang melahirkan pertumbuhan negara modern.
  4. Fase Negara Demokrasi (Democratische Natie), yaitu tumbuh kesadaran akan hidup berdemokrasi atau berkedaulatan rakyat.

b. Terjadinya Negara Secara Sekunder

Dihubungkan dengan negara yang telah ada sebelumnya. Suatu negara dianggap sah sebagai negara jika telah diakui oleh negara lain. Ada dua macam pengakuan dari negara lain, yaitu:

  1. Pengakuan secara de facto, yaitu pengakuan yang diberikan kepada negara yang telah memenuhi unsur konstitutif (yaitu ada wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat).
  2. Pengakuan secara de jure, yaitu pengakuan negara secara hukum internasional. Pengakuan ini berlaku selama-lamanya atau tetap.

c. Terjadinya Negara Secara Faktual (Fakta Sejarah)

  1. Pendudukan (Occupatie)
  2. Peleburan (Fusi)
  3. Penyerahan (Cessie)
  4. Penaikan (Acessie)
  5. Penguasaan (Anexatie)
  6. Proklamasi (Proclamation)
  7. Pembentukan baru (Inovation)
  8. Pemisahan (Separatise)

d. Terjadinya Negara Berdasarkan Teori

  1. Teori Ketuhanan
  2. Teori Perjanjian Masyarakat
  3. Teori Kekuasaan
  4. Teori Hukum Alam

4. Bentuk-bentuk Kenegaraan

a. Negara Kesatuan (Unitarisme) adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat yang pemerintahannya diatur oleh satu pemerintahan pusat yang mengatur seluruh wilayah. Ciri-ciri:

  1. Adanya satu pemerintahan pusat yang memegang seluruh wilayah kekuasaan pemerintahan.
  2. Kedaulatan negara mencakup ke dalam dan ke luar yang ditangani pemerintah pusat.
  3. Negara hanya mempunyai masing-masing satu UUD, kepala negara, kabinet, dan DPR.
  4. Hanya ada satu kebijakan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan hankam. 

b. Negara Serikat (Federal) adalah negara yang terdiri atas gabungan beberapa negara bagian dengan satu pemerintahan federal yang mengendalikan kedaulatan negara. Ciri-ciri:

  1. Negara bagian tidak memiliki kedaulatan ke luar, tetapi memiliki kedaulatan ke dalam.
  2. Kepala negara dipilih dan bertanggung jawab kepada rakyat.
  3. Negara bagian berwenang membuat UUD sendiri sepanjang tidak bertentangan dengan UUD pemerintah pusat.
  4. Kepala negara mempunyai hak veto (pembatalan keputusan) yang diajukan oleh parlemen.

c. Negara Koloni adalah negara yang berada dalam kekuasaan atau jajahan negara lain.

d. Negara Dominion, negara yang hanya ada dalam sejarah ketatanegaraan Inggris.

5. Fungsi dan Tujuan Negara Secara Umum

a. Fungsi Negara

  1. Melaksanakan penertiban (law and order)
  2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
  3. Pertahanan
  4. Menegakkan keadilan

b. Tujuan Negara (Menurut beberapa ahli)

  1. Plato bertujuan memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial.
  2. Aristoteles menyelenggarakan hidup yang baik dari warga negaranya.
  3. Soltau memungkinkan rakyat mengembangkan dan mengungkapkan daya citanya sebebas mungkin.
  4. H. J. Laski bertujuan menciptakan keadaan yang di dalamnya rakyat dapat mencapai keinginan-keinginannya secara maksimal.
  5. Thomas Aquinas & Agustinus bertujuan mencapai kehidupan dan penghidupan yang aman dan tenteram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. Pemimpin negara adalah wakil Tuhan karena kekuasaan yang dimilikinya berasal dari Tuhan.
B. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Bangsa Indonesia bertempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berdasarkan UUD 1945 Pasal 1 Ayat (1) negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Negara kesatuan adalah negara merdeka dan berdaulat yang memiliki pemerintah pusat dan berkuasa mengatur seluruh wilayah.

Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan adalah sebagai berikut:

  • Bendera NKRI yang selanjutnya disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.
  • Bahasa NKRI yang selanjutnya disebut Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Lambang NKRI yang selanjutnya disebut Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Lagu Kebangsaan NKRI yang selanjutnya disebut Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya.

1. Fungsi NKRI

  • Fungsi penertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penertiban atau bertindak sebagai stabilisator.
  • Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat diperlukan campur tangan dan peran aktif dari negara. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.
  • Fungsi pertahanan, yaitu untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar sehingga negara harus dilengkapi dengan alat-alat pertahanan.
  • Fungsi keadilan, yang dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan, NKRI bertugas menegakkan keadilan bagi rakyat Indonesia dan menjamin kehidupan yang adil.

2. Tujuan NKRI (UUD 1945 Alinea 4)

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia

Keempat tujuan Negara Indonesia tersebut dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu:

Tujuan yang bersifat nasional:
1. Paham negara persatuan atau kebahagiaan dalam negara
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa

Tujuan yang bersifat internasional:
1. Kemerdekaan
2. Perdamaian
3. Keadilan sosial

BHINNEKA TUNGGAL IKA

A. Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV (sekitar tahun 1350-an) di masa Kerajaan Majapahit. Kemudian menjadi pembicaraan terbatas antara Mohammad Yamin, Bung Karno, Gusti Bagus Sugriwa dalam sidang-sidang BPUPKI sekitar dua setengah bulan sebelum Proklamasi (Kusuma R.M. A.B, 2004).

Bahkan Bung Hatta sendiri mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah ciptaan Bung Karno setelah Indonesia merdeka. Setelah beberapa tahun kemudian ketika merancang Lambang Negara Republik Indonesia dalam bentuk Garuda Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dimasukkan ke dalamnya.

Dalam proses perumusan konstitusi Indonesia, jasa Moh. Yamin harus dicatat sebagai tokoh yang pertama kali mengusulkan kepada Bung Karno agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan sesanti negara. Di sela-sela Sidang BPUPKI antara Mei-Juni 1945, Muh. Yamin menyebut-nyebut ungkapan Bhinneka Tunggal Ika itu sendirian. Namun I Gusti Bagus Sugriwa (temannya dari Buleleng) yang duduk di sampingnya sontak menyambut sambungan ungkapan itu dengan "tan hana dharma mangrwa." Sambungan spontan ini di samping menyenangkan Yamin, sekaligus menunjukkan bahwa di Bali ungkapan Bhinneka Tunggal Ika itu masih hidup dan dipelajari orang (Prabaswara, I Made, 2003).

Secara resmi, lambang Garuda Pancasila tersebut dipakai dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin Bung Hatta pada 11 Februari 1950 berdasarkan rancangan yang dibuat oleh Sultan Hamid II (1913-1978).

Lambang Garuda Pancasila digambarkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 dan dipertegas dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2009. Lambang Garuda Pancasila, yaitu:

  • Seekor burung garuda sebagai lambang negara berdiri tegak dengan sayap dikembangkan ke kiri dan ke kanan, melambangkan semangat membangun.
  • Kepala burung menghadap ke kanan melambangkan keberuntungan.
  • Burung garuda yang dapat terbang tinggi ke angkasa raya tanpa kawan melambangkan cita- cita tinggi, keperkasaan, serta kedaulatan bangsa dan negara.
  • Warna kuning emas pada lambang Garuda Pancasila melambangkan keagungan.
  • Kedua kaki burung Garuda Pancasila mencengkeram kukuh pita yang bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" melambangkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kukuh.
  • Bulu burung Garuda Pancasila yang melambangkan candra sangkala Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu 17-8-1945, yang dapat dilihat dari bulu sayap yang berjumlah 17 helai, bulu ekor 8 helai, di bawah perisai 19 helai, dan di leher 45 helai.
Garuda Pancasila juga memiliki lima sila yang merupakan prinsip-prinsip dasar negara Indonesia. Setiap sila memiliki lambang dan makna masing-masing: 
  • Sila pertama dengan lambang bintang yang mewakili penerangan dan memberikan cahaya bagi bangsa dan negara, menggambarkan jalan terang untuk menempuh kebenaran.
  • Sila kedua dengan larnbang rantai melambangkan persatuan dan kesatuan antara perempuan dan laki-laki yang saling membantu dan bersatu tanpa membedakan gender. 
  • Sila ketiga dengan lambang pohon beringin menggambarkan bangsa Indonesia yang beraneka ragam harus tetap bersatu seperti akar-akar pohon yang menjalar. 
  • Sila keempat dengan lambang kepala banteng melambangkan jiwa sosial dengan bermusyawarah dalam mengamhil keputusan.
  • Sila kelima dengan lambang padi dan kapas yang mewakili kebutuhan dasar manusia (pangan dan sandang) untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

B. Makna Bhinneka Tunggal Ika

1. Makna Kata Bhinneka Tunggal Ika

Frasa Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa kuno dan bermakna "Berbeda-beda tetapi tetap satu."

Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia adalah satu kesatuan

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara . Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

2. Bhinneka Tunggal Ika dalam Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pulau sebanyak 17.508 buah pulau besar dan kecil dengan beragam suku bangsa, bahasa, budaya, agama, adat istiadat.

Indonesia memiliki kebhinnekaannya dalam suku yang berjumlah lebih dari 1.128 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah.

Keberagaman suku bangsa dan bahasa tersebut, dapat disatukan dalam satu bangsa, bangsa Indonesia dan satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bangsa Indonesia ditambah dengan posisi geografis yang sangat strategis. Kepulauan Indonesia berada di antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia, diapit dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan terletak di tengah garis khatulistiwa sehingga pergantian siang dan malam berjalan sesuai dengan siklus yang seimbang.

Budaya luhur bangsa Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan yang tumbuh dan berkembang yang menjadi warisan dari zaman kerajaan Nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, Mataram Islam dan kerajaan-kerajaan lain yang juga melahirkan budaya tradisional yang telah berurat dan berakar sampai saat ini. Bangsa Indonesia sudah berabad-abad hidup dalam kebersamaan dengan keberagaman dan perbedaan. Perbedaan warna kulit, bahasa, adat istiadat, agama, dan berbagai perbedaan lainnya. Perbedaan tersebut dijadikan para leluhur sebagai modal untuk membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar.

Sejarah mencatat bahwa seluruh anak bangsa yang berasal dari berbagai suku semua terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semua ikut berjuang dengan mengambil peran masing-masing. Ketika Sumpah Pemuda diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928, para tokoh pemuda dari berbagai etnik dan daerah menyadari sepenuhnya kekuatan yang dapat dibangun dari persatuan dan kesatuan nasional. Dengan Sumpah Pemuda mereka bersatu dan menegaskan persatuan dengan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Semangat dan gerakan untuk bersatu tersebut menjadi sumber inspirasi bagi munculnya gerakan yang terkonsolidasi untuk membebaskan diri dari penjajahan. Bangsa Indonesia kemudian memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Proklamasi kemerdekaan adalah ikrar untuk bersatu padu mendirikan NKRI yang meliputi wilayah dari Sabang sampai Merauke, yang merdeka, bersatu, dan berdaulat untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

C. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Perjuangan kemerdekaan Indonesia ditandai era kebangkitan nasional pada awal abad kedua puluh. Kebangkitan nasional merupakan masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir penjajahan. Terdapat beberapa perbedaan perjuangan bangsa Indonesia sebelum abad kedua puluh dengan perjuangan setelah abad kedua puluh, diantaranya:

  • Perjuangan Indonesia sebelum 1900an: bersifat lokal/kedaerahan, lebih mengandalkan kekuatan senjata (tradisional), bergantung pada pimpinan, belum terorganisasi secara nasional
  • Perjuangan Indonesia setelah 1900an: bersifat nasional untuk kepentingan Indonesia, mengandalkan senjata (modern) dan diplomasi, jika pemimpin wafat ada pemimpin berikutnya yang cakap menggantikan, terorganisasi secara nasional
1. Budi Utomo
Organisasi yang dibentuk oleh beberapa mahasiswa STOVIA pada 20 Mei 1908 di Jakarta. Tokoh pendiri organisasi Budi Utomo, antara lain Dr. Soetomo, Soeradji Tirtonegoro, dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Tujuan utama Budi Utomo adalah memajukan pendidikan, sosial, dan budaya masyarakat Jawa dan Madura. Para tokohnya kebanyakan adalah para bangsawan, seperti bupati dan pangreh praja. Namun, Budi Utomo kemudian menjadi organisasi kebangsaan dan bersifat nasional. Budi Utomo mengusahakan beasiswa para mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi. Tanggal berdiri Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

2. Indische Partij
Indische partij atau Partai Hindia adalah partai politik pertama di Hindia Belanda yang berdiri di Bandung pada 25 Desember 1912 yang bertujuan membangun rasa patriotisme terhadap tanah air Hindia (Indonesia) serta mempersatukan seluruh golongan masyarakat tanpa memandang ras, termasuk orang Indo, Bumiputera (pribumi), Tionghoa, dan Arab, untuk bekerja sama dalam mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka dan bebas dari cengkeraman penjajahan Belanda. Partai ini didirikan oleh tiga tokoh bersejarah yang disebut sebagai Tiga Serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Suwardi Suryaningrat. 

3. Sarekat Dagang Islam (SDI)
SDI didirikan pada tahun 1907 di Batavia oleh sekelompok pedagang dan pengusaha pribumi yang merasa terpinggirkan dalam perdagangan di Hindia Belanda yang didominasi Oleh pedagang asing, terutama pedagang Tiongkok. Beberapa tokoh kunci dalam pendirian SDI adalah Haji Agus Salim dan Oemar Said Tjokroaminoto. Tujuan dibentuknya SDI adalah untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan para pedagang dan pengusaha pribumi serta melawan bentuk eksploitasi ekonomi yang dilakukan pedagang asing dan pemerintah kolonial Belanda sehingga dapat menciptakan kondisi perdagangan yang lebih adil dan merata bagi semua pihak. Selain itu, SDI juga bertujuan meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik di kalangan pribumi sehingga dapat memperjuangkan hak-hak mereka secara lebih efektif dan mendorong dalam mengembangkan usaha ekonomi bersama.

Latihan Soal TWK Pilar Negara (NKRI & Bhinneka Tunggal Ika)

Soal Nomor 1
Di masyarakat yang multikultur seperti Indonesia, keberadaan golongan atau kelompok dengan latar belakang kepentingan yang berbeda-beda merupakan hal yang biasa terjadi. Keberagaman kepentingan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang dapat memperkokoh persatuan NKRI karena... (TWK 2023) 
A. Persatuan dan kesatuan harus tetap diutamakan meskipun kepentingannya berbeda-beda 
B. Kepentingan yang beragam dapat dengan mudah memunculkan konflik horizontal 
C. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal mustahil yang akan terjadi di negara yang multikultur 
D. Keberagaman kepentingan dan tujuan akan makin menguatkan prinsip-prinsip demokrasi 
E. Perhedaan kepentingan dan golongan menjadi penyebab utama sulitnya pencapaian persatuan 


Soal Nomor 2
Bangsa Indonesia menyadari bahwa keberagaman, baik suku bangsa, agama, ras, maupun antargolongan bukan merupakan unsur pemecah. Unsur-unsur tersebut terintegrasi dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika sehingga keragaman tersebut memiliki makna, antara lain... (TWK 2021)
A. Menjadikan keberagaman sebagai sebuah kekayaan yang membedakannya dengan bangsa lain 
B. Menghargai segala bentuk keberagaman sebagai ketaatan terhadap konstitusi dan ideologi negara 
C. Menghormati adanya keberagaman sebagai bentuk menghargai warisan para leluhur bangsa 
D. Mewujudkan persatuan dan kesatuan dengan menghilangkan segala bentuk keberagaman
E. Semangat persatuan dengan mengedepankan sikap toleran dan menghargai perbedaan


Soal Nomor 3
Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah awalnya bersifat kedaerahan tanpa koordinasi yang baik. Perlawanan itu ternyata mudah dipatahkan oleh penjajah. Pada 1908 masa kebangkitan nasional dimulai secara terkoordinasi. Kondisi ini menjadi strategi baru bangsa Indonesia melawan penjajah. Fakta Sejarah tersebut memberikan pelajaran bahwa...
A. Strategi mengalahkan penjajah harus dilakukan secara sabar 
B. Perjuangan harus dilandasi semangat persatuan dan kesatuan 
C. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang cerdik dalam melawan penjajah 
D. Penjajah takut pada pergerakan kebangkitan nasional Bangsa Indonesia 
E. Mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional Indonesia


Soal Nomor 4
Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Memiliki makna bahwa Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang kaya akan keanekaragamannya. Baik dari segi Suku, Agama, Ras, sena Antar Golongan. Contoh penerapan Bhinneka Tunggal Ika pada kehidupan sehari-hari adalah...
A. Memaksa orang lain untuk mengikuti ajaran agamanya 
B. Menghargai dan menghormati setiap perbedaan pendapat yang ada. 
C. Berteman hanya dengan sesama suku 
D. Menerima hak secara berlebihan 
E. Membentuk Organisasi paguyuban bagi para pendatang di daerah rantau.


Soal Nomor 5
Totaliterisme atau totalitarianisme adalah sebuah konsep untuk suatu bentuk pemerintahan atau sistem politik yang menghalangi adanya pihak oposisi, membatasi oposisi seorang individu terhadap suatu negara beserta segala tuduhannya, dan melaksanakan kendali terhadap kehidupan publik dan pribadi warga negaranya dengan tingkat sangat tinggi. Di bawah ini adalah contoh pengaruh negara totaliter dalam bidang sosial budaya adalah...
A. Banyak hal yang ditentukan oleh pemerintah tanpa adanya pemungutan suara atau kontrol antar lembaga yang efektif 
B. Negara memiliki kontrol yang sangat kuat atas perekonomian negara dan seringkali memonopoli aktivitas bisnis dan investasi 
C. Negara totaliter membatasi aktivitas media sosial warga, bahkan mengatur musik dan jenis tontonan 
D. Negara totaliter sering memiliki aparat keamanan yang sangat kuat untuk melakukan tindakan yang anarkis untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas negara 
E. Lembaga pendidikan pada negara totaliter tidak menghargai kebebasan tenaga pendidik dalam mengkreasikan media pembelajaran


Soal Nomor 6
Separatisme adalah upaya suatu dacrah atau golongan yang ingin memisahkan diri dari bangsa Indonesia, Tindakan yang sepatutnya kita lakukan ketika mendengar atau melihat kelompok yang ingin melepaskan diri dari bangsa Indonesia atau yang biasa disebut dengan separatisme adalah...
A. Menjauhinya karena takut masuk ke dalam anggota kelompok tersebut 
B. Membiarkannya karena saya tidak akan masuk ke kelompok tersebut 
C. Segera melaporkan ke pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti 
D. Bersikap tidak peduli terhadap kegiatan-kegiatan kelompok tersebut 
E. Memata-matainya dengan cara masuk ke kelompok tersebut


Soal Nomor 7
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. NKRI sendiri dibagi menjadi wilayah-wilayah administratif, yaitu provinsi serta kabupaten/kota, di mana secara lebih detail juga dibagi dalam wilayah kecamatan, kelurahan serta desa. Tujuan pembagian NKRI ke dalam wilayah administratif, kecuali...
A. Memotivasi daerah untuk meningkatkan daya saing masing-masing 
B. Untuk memudahkan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan 
C. Meningkatkan kesejahteraan rakyat 
D. Untuk memeratakan pembangunan di Indonesia 
E. Mengurangi anggaran belanja negara


Soal Nomor 8
Kedewasaan berpikir, bijaksana di dalam menyikapi sesuatu, dan memiliki prinsip yang kuat sebagai warga negara sangat dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan yang muncul terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya yang ada pada masyarakat. Sikap perilaku yang ditunjukan sesuai dengan prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal Ika di dalam konteks tersebut adalah... (TWK 2019) 
A. Melakukan penyeragaman budaya yang ada agar menjadi satu bingkai negara Indonesia 
B. Mengupayakan agarkeragaman yang ada menjadi satu sehingga mudah di atur negara 
C. Mengurangi perbedaan yang dimiliki Indonesia karena mempersulit tercapainya persatuan. 
D. Meminimalisir keberadaan perbedaan agar tidak terjadi konflik di masyarakat Indonesia 
E. Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan agama, bahasa, suku, dan budaya Indonesia


Soal Nomor 9
Perilaku primodialisme yang menganggap bahwa suku sendiri paling unggul dibandingkan dengan suku lain sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip Bhineka Tunggal Ika dapat mengganggu terwujudnya keutuhan NKRI. Berikut ini merupakan bukti yang menunjukan adanya hubungan integrasi dengan Bhineka Tunggal Ika adalah... (TWK 2021) 
A. Perbedaan suku bangsa yang ada di Indonesia menjadi kekayaan yang menguatkan persatuan Indonesia 
B. Selalu mengembangkan budaya suku sendiri agar tidak tertinggal dengan suku-suku lain di Indonesia 
C. Menjaga keutuhan NKRI dengan memberi ruang berkembangnya fanatisme suku-suku di Indonesia 
D. Menganggap sukunya sendiri adalah suku yang superior dibandingkan suku lain yang ada di Indonesia
E. Bangga dengan suku sendiri dengan memandang rendah suku lain yang ada di wilayah di Indonesia


Soal Nomor 10
Kementrian Agama yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu presiden. Berikut ini yang menunjukkan bukti praktik ketatanegaraan tersebut merupakan penerapan paham konstitusionalisme dalam NKRI adalah... (TWK 2021)
A. Sebagai wujud pertanggungjawaban presiden dalam melingungi rakyat 
B. Perwujudan sistem demokrasi yang mengatur bidang keagamaan tertentu 
C. Menjamin hak-hak warga dalam melaksanakan aktivitas keagamaan 
D. Perwujudan kewenangan presiden mengatur urusan agama warga negaranya 
E. Menjamin kekuasaan pemerintah membatasi warga negaranya dalam beribadah



________________________________________

Sekian, semoga bermanfaat.

Materi selanjutnya: Demokrasi Indonesia

Materi sebelumnya: Pilar Negara (Pancasila & UUD 1945)

Sumber: [ 1 | 2 | 3 | 4 ] 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grade 8 Place Value, Ordering and Rounding Mathematics Cambridge [PDF]

Materi dan Latihan Soal TWK Nasionalisme - CPNS 2027

Grade 7 Integers Mathematics Cambridge [PDF]