Materi dan Latihan Soal TWK Nasionalisme - CPNS 2027
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Assalamu'alaikum semua. Selamat datang pada pembelajaran Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS. SKD ini mencangkup 3 komponen, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pertama-tama kita akan mempelajari materi yang menjadi bagian TWK. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan share materi TWK tentang Nasionalisme ya. Selamat belajar!
NASIONALISME
A. Konsep Nasionalisme
Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita
dan tujuan, dengan itu masyarakat suatu bangsa akan merasakan adanya
kesetiaan yang mendalam kepada bangsa itu sendiri.
Nasionalisme atau semangat kebangsaan ditampung dalam Pancasila sila ketiga,
yaitu "Persatuan Indonesia" yang mempunyai ciri-ciri: a. Mencintai bangsa dan tanah air Indonesia. b. Rela berkorban demi bangsa dan negara. c. Bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia. d. Menempalkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi
dan golongan
Tujuan Nasionalisme
a. Menjamin kemauan dan kekuatan mempertahankan masyarakat nasional
melawan musuh dari luar sehingga melahirkan semangat rela berkorban b. Menghilangkan ekstremisme (tuntutan berlebihan) dari warga negara
(individu dan kelompok) c. Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air d. Menciptakan hubungan yang rukun dan harmonis, dan mempererat tali
persaudaraan yang utuh
B. Faktor Munculnya Nasionalisme pada Masyarakat Indonesia
Faktor Internal
a. Kenangan Kejayaan Masa Lalu
→ Seperti yang terjadi pada masa kepemimpinan
Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Hal ini mendorong masyarakat
Indonesia ingin kembali dihargai dan dihormati serta memiliki apa yang dimiliki oleh tanahnya sendiri.
b. Perilaku Belanda yang Menyengsarakan Rakyat
→ Kebijakan Belanda membuat rakyat Indonesia menjadi sangat menderita dan sengsara, seperti kerja rodi tanpa upah, monopoli perdagangan, hingga berbagai hak yang dirampas.
c. Munculnya Kaum Terpelajar Kaum → Dapat mendorong
masyarakat untuk bergerak dari berbagai macam aspek dan sisi yang akan menjadi tonggak
untuk memerdekakan bangsa Indonesia. Beberapa organisasi yang dibentuk kaum terpelajar adalah Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan
Indische Partij.
d. Adanya Rasa Senasib
→ Merasakan hidup dalam cengkraman penjajah sehingga timbul semangat bersatu dalam masyarakat demi membentuk
negara yang berdaulat.
e. Muncul Semangat Persamaan Derajat
→ Muncul keinginan untuk mendapatkan hak yang sama dalam bidang pendidikan, pekerjaan, hukum, serta pemerintahan.
Faktor Eksternal
a. Adanya Paham Modern dari Eropa → Seperti liberalisme, komunisme, dan humanisme.
Liberalisme adalah sebuah ideologi yang ingin menggerakan kebebasan
individu dalam mewujudkan kesejahteraan.
b. Adanya Politik Etis dari Belanda → Politik etis adalah sebuah upaya politik balas budi pemerintah Belanda ke
pada rakyat bumiputera yang telah diperas dan dieksploitasi.
c. Gerakan Pan-Islamisme → Gerakan dikemukakan oleh Jamaluddin Al-Afghani yang berpendapat bahwa negara merupakan musuh umat Islam. Gerakan ini juga menimbulkan ekspansi dalam berbagai bidang seperti militer, ekonomi, dan kebudayaan.
d. Pergerakan Negara yang Terjajah → Mengalami masa penjajahan dalam waktu yang cukup lama membuat banyak negara di Asia melakukan berbagai pergerakan. Kemenangan negara-negara terjajah memacu rakyat Indonesia untuk bangkit dan memiliki cita-cita yang sama yaitu bebas dari penjajahan.
e. Kemenangan Jepang atas Rusia → Kejadian yang berdampak luas yang menunjukkan negara Barat masih bisa dikalahkan.
C. Fase Nasionalisme di Indonesia
Pertama, gerakan kebangkitan nasionalisme Indonesia oleh Boedi Oetomo di tahun 1908, dengan dimotori oleh para
mahasiswa kedokteran Stovia, sekolahan anak para priyayi Jawa, di sekolah
yang disediakan Belanda di Jakarta.
Kedua, kebangkitan nasionalisme tahun 1928 yang diawali munculnya kesadaran untuk menyatukan negara, bangsa dan
bahasa ke dalam satu negara, bangsa dan bahasa Indonesia melalui organisasi
kedaerahan seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatera dan lain sebagainya, yang selanjutnya diwujudkan secara nyata dalam Sumpah Pemoedadi tahun 1928.
Ketiga, masa revolusi fisik kemerdekaan. Peranan nyata para pemuda pada
masa revolusi fisik kernerdekaan, nampak ketika mereka menyandera
Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka sangat bersemangat untuk mewujudkan nation
state yang berdaulat dalam kerangka kemerdekaan.
Keempat, perkembangan nasionalisme tahun 1966 yang menandai tatanan
baru dalam pemerintahan Indonesia. Selama 20 tahun pasca kemerdekaan,
terjadi huru-hara pemberontakan Gestapu dan eksesnya. Tampaknya tanpa
peran besar mahasiswa dan organisasi pemuda serta organisasi Sosial kemasyarakatan di tahun 1966, Soeharto dan para tentara sulit bisa memperoleh
kekuasaan dari penguasa orde lama Soekarno. Tetapi sayang, penguasa orde baru mencampakan para pemuda dan mahasiswa yang telah menjadi
motor utama pendorong terbentuknya NKRI tersebut didiskriditkan, dan
bahkan sejak akhir tahun 1970-an para mahasiswa dibatasi geraknya dalam
berpolitik dan dikungkung ke dalam ruang-ruang kuliah di kampus.
Kelima, perkembangan nasionalisme masa reformasi dimulai pada 1998 sampai sekarang yang berfokus pada mempertahankan alam demokrasi, menjaga keutuhan NKRI di era globalisasi, memberantas korupsi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
D. Contoh Sikap dan Perilaku Nasionalisme
Sikap nasionalisme dapat ditanamkan dalam diri seseorang melalui tindakan-tindakan sederhana yang mencerminkan cinta dan kepedulian terhadap bangsa dan negara. Berikut ini beberapa contoh yang menggambarkan sikap nasionalisme dalam tindakan sehari-hari.
Merasa senang dan bangga menjadi warga negara Indonesia.
Mempelajari sejarah dan budaya.
Menghargai jasa-jasa para pahlawan.
Menghormati bahasa Indonesia.
Menghargai bendera dan lambang negara.
Giat belajar untuk menghadapi tantangan di era globalisasi.
Tolong-menolong kepada sesama.
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Menjaga ketertiban sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Melestarikan dan menjaga kebudayaan Indonesia.
Mempertahankan dan memajukan bangsa dan negara.
Menggunakan produk lokal atau dalam negeri.
Menjunjung tinggi nilai-nilai oersatuan dan kesatuan bangsa.
Ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
E. Konsep Lain yang Berhubungan dengan Nasionalisme
a. Patriotisme → Sikap dan perilaku seseorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran bangsa. Seseorang yang memiliki sikap dan perilaku patriotil
ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut: • Rasa cinta pada tanah air • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara • Menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan • Berjiwa pembaharu • Tidak mudah menyerah
b. Chauvinisme → Rasa cinta tanah air yang berlebihan dengan mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. Contoh Chauvinisme seperti
yang dikemukakan oleh Adolf Hitler dengan kalimat Deutschland Uber Alles
in der Welt (Jerman diatas segala-galanya dalam dunia). Slogan ini kadang
masih dipakai di Jerman untuk memberi semangat pada atlet datam bertanding. Inggris juga punya slogan Right or Wrong is My Country, Demikian pula
Jepang yang menganggap bangsanya merupakan keturunan Dewa Matahari.
c. Sukuisme → Suatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya
lebih baik dibandingkan dengan suku bangsa yang lain, atau rasa cinta yang
berlebihan terhadap suku bangsa sendiri.
F. Identitas Nasional
Pengertian Identitas Nasional
Identitas Nasional ialah kepribadian ataujati diri bangsa yang dimiliki suatu bangsa
sebagai pembeda dengan bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya.
Berikut ini adalah identitas nasional Indonesia: • Bahasa negara: Bahasa Indonesia • Bendera negara: Sang Merah putih • Lambang negara: Garuda Pancasila • Lagu kebangsaan: Indonesia Raya • Semboyan negara: Bhinneka Tunggal Ika • Dasar falsafah negara: Pancasila • Bentuk negara: Kedaulatan rakyat • Konstitusi hukum negara: UUD 1945
Fungsi Identitas Nasional
1) Alat Interaksi → Menjadi sarana untuk mengenal dan merekatkan warga negara
yang terdiri dari beragam bahasa, tradisi, adat istiadat
2) Pembeda dgn bangsa lain → Sebagai pembeda dengan bangsa lain sehingga
negara menjadi unik, dikenal, dan ada kebanggaan terhadap bangsa sendiri
3) Alat pemersatu bangsa → Mempersatukan bangsa Indonesia dari keberagaman
4) Jati Diri → Sebagai karakter sendiri suatu bangsa sehingga ada keunikan yang
diwariskan dari sejarah yang panjang
Latihan Soal TWK Nasionalisme
Soal Nomor 1
Sebagai negara yang memiliki karakteristik keragaman budaya atau
multikultural, Indonesia sangat rentan terhadap ancaman di bidang sosial
budaya. Perbedaan juga bisa menjadi Pisau bermata dua yang bisa menjadi
kelebihan sekaligus kekurangan bagi Negara Indonesia. Apa peran nasionalisme
yang tepat untuk menghadapi hal tersebut? (TWK 2023)
A. Bersikap objektif dan tidak terlibat dalam masalah politik negara
B. Aktif mengikuti kegiatan nasional agar memiliki jiwa nasionalisme
C. Mengenal berbagai budaya yang ada di masyarakat Indonesia
D. Menghadiri forum seperli perkumpulan lintas agama yang beredar
E. Menerapkan nilai sila kedua dalam kehidupan sehari-hari
Jawaban: C
Soal Nomor 2
Pada tingkat politis, nasionalisme mengandung arti yang mendalam dalam
membentuk identitas suatu bangsa dan mendorong perjuangan kolektif.
Bagaimana konsep nasionalisme politis ini tercermin dalam upaya merebut
kemerdekaan, mengakhiri penjajahan, dan juga Sebagai pendorong untuk
memajukan masyarakat, hawsa, dan negara? (TWK 2023)
A. Nasionalisme politis berperan sebagai alat untuk memaksakan kehendak
pada negara lain dan menegakkan dominasi tanpa perdamaian.
B. Manifestasi nasionalisme yang kuat mengakibatkan permusuhan
antarbangsa dan ketegangan yang berkcpanjangan.
C. Makna nasionalisme politis tercermin dalam penolakan terhadap
keberagaman budaya dan identitas etnis, mengakibatkan
ketidakharmonisan dalam masyarakat.
D. Kesadaran nasional yang kuat mendorong suatu bangsa untuk terbuka
terhadap ide-ide dan pengaruh baru yang membawa kemajuan bagi seluruh
bangsa.
E. Nasionalisme politis bertujuan untuk menciptakan supremasi rasial di
dalam wilayah negara, mengabaikan persamaan hak semua warga negara.
Jawaban: D
Soal Nomor 3
Peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 telah memberikan
semangat kepada para pemuda Indonesia untak bersatu. Dengan
dilaksanakannya Sumpah Pemuda, rasa nasionalisme para pemuda saat itu
mulai muncul secara nyata. Bentuk nyata rasa nasionalisme tersebut
terimplemantasi pada isi Sumpah Pemuda. Bentuk nyata implementasi rasa
nasionalisme yang dimaksud adalah...
A. Meyakini kemerdekaan merpakan hak segala bangsa
B. Mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu
C. Membantu persekutuan para pemuda di daerah-daerah
D. Memilih Soekarno menjadi presiden Republik Indonesia
E. Mengakui NKRI sebagai negara kepulauan
Jawaban: B
Soal Nomor 4
Paham chauvinisme seperti pedang
bermata dua, walaupun mengajarkan kesetiaan pada negara, namun pada praktiknya perwujudan rasa cinta negara tersebut berlebihan dan justru
mengakibatkan perpecahan. Di bawah ini yang tidak termasuk ke dalam
dampak buruk dari paham chauvinisme adalah...
A. Menyebabkan timbulnya perpecahan, pertikaian, bahkan peperangan antar bangsa dan negara
B. Menyebabkan persatuan masyarakat di suatu negara menjadi satu kesatuan yang tunduk kepada pemerintahan
C. Menyebabkan timbulnya gangguan terhadap pembangunan karena menutup diri dengan negara
lain
D. Dapat merusak perdamaian dunia yang sudah terjalin dengan baik
E. Cenderung membuat seseorang
selalu beranggapan negatif terhadap bangsa lain dalam berbagai hal
Jawaban: B
Soal Nomor 5
Jiwa nasionalisme di Indonesia sendiri pada saat ini sangat berbeda di
bandingkan dengan dahulu. Dimana dulu rakyat sangat mencintai bangsa dan negaranya hingga rela mengorbankan semua yang dimilikinya hanya untuk bangsa dan negara tercintanya. Namun berbeda dengan sekarang, jiwa nasionalisme bangsa Indonesia menurun terutama di kalangan generasi muda. Di bawah ini yang termasuk faktor eksternal menurunnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda adalah....
A. Sikap keluarga dan lingkungan
sekitar yang tidak mencerminkan
rasa nasionalisme dan patriotisme, sehingga para generasi muda
meniru sikap tersebut
B. Cepatnya arus globalisasi yang berimbas pada moral generasi muda
C. Kurangnya kecintaan terhadap
produk dalam negeri dan merasa
bangga kalau bisa memakai produk luar negeri
D. Timbulnya
etnosentris yang
menganggap sukunya lebih baik
dari suku-suku lainnya, sehingga
generasi muda lebih mengagungkan daerah atau sukunya daripada
persatuan bangsa
E. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpeduliaan antar perilaku sesama warga sehingga orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa
Jawaban: B
Soal Nomor 6
Ratna Sarumpaet menjadi terdakwa karena diduga menyebarkan berita dirinya menjadi korban pengeroyokan di Bandung, Jawa Barat, pada September 2018 lalu. Untuk menguatkan ceritanya, Ratna mengirimkan foto muka lebam kepada beberapa kerabatnya. Namun terungkap Ratna tidak pernah dikeroyok. Wajah lebamnya itu akibat operasi sedot lemak untuk kecantikann yang dijalaninya di RS Bina Estetika, Jakarta. Ratna dianggap telah sengaja membuat kegaduhan lewat cerita bohongnya kepada sejumlah pihak, hingga mengakibatkan banyak masyarakat termakan hoaxnya. Sikap masyarakat yang
dengan mudahnya menerima informas
hoax meerupakan lemahnya wujud nasionalisme masyarakat yang berupa kompetensi seperti...
A. Kemampuan menjaga persatuan bangsa dan negara melalui partisipasi dunia maya
B. Keterampilan membentuk kesadaran keanggotaan masyarakat
dunia maya yang sehat dan cerdas
C. Kemampuan merespon setiap kejadian dengan kepala dingin dan akal sehat
D. Kemampuan literasi digital dalam menyaring informasi yang masuk
E. Keahlian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui fungsi cyber controlling di media sosial
Jawaban: D
Soal Nomor 7
Sebagai negara yang memiliki karateristik multikultural, Indonesia rentan terhadap
isu-isu eksklusivisme, intoleransi beragama, serta diskriminasi ras/etnis. Perbedaan
makin tajam sehingga rentan menimbulkan permusuhan dalam masyarakat. Berikut ini peran nasioanalisme yang paling tepat untuk menghadapinya adalah... (TWK 2023)
A. Menghadiri berbagai forum lintas agama dan etnis dalam masyarakat
B. Mengenal berbagai ragam budaya dalam masyarakat
C. Bersikap objektif dan tidak terlibat dalam masalah politik
D. Aktif melakukan kegiatan sosial agar memiliki jiwa sosial
E. Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam sikap hidup sehari-hari
Jawaban: E
Soal Nomor 8
Salah satu pergerakan untuk mencapai kemerdekaan diwarnai oleh lahirnya
Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo pada 1911.
Gerakan ini berusaha membangun kekuatan serta persatuan bangsa melalui
penguatan dalam bidang... (TWK 2021)
A. Keagamaan yang memobilitasi gerakan rakyat dengan dasar keyakinan pada nilai-nilai Ketuhanan
B. Kebudayaan melalui pengembangan kesenian daerah agar mampu
mengharumkan nama baik Indonesia
C. Pendidikan melalui pengajaran serta menjadi pemantik persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia
D. Ekonomi melalui perlindungan pengusaha lokal agar mampu bersaing dengan pengusaha non lokal
E. Politik melalui pengembangan kebijakan yang berpihak masyarakat lokal
dibanding masyarakat non lokal
Jawaban: D
Soal Nomor 9
Nasionalisme merupakan sikap kebangsaan yang penting ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Wujud nasionalisme yang paling tepat dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah...
A. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama teman di sekolah
B. Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku, agama, dan adat istiadat
C. Menghormati simbol-simbol negara dan menjaga persatuan di tengah masyarakat majemuk
D. Bersikap sopan dan menghargai guru serta orang tua
E. Mengikuti pelajaran kewarganegaraan untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara
Jawaban: C
Soal Nomor 10
Tantangan terbaru pada semangat nasionalisme di Indonesia pada masa kini muncul dalam bentuk...
A. Kesenjangan pada kesejahteraan rakyat
B. Mencuatnya kasus-kasus integritas
C. Tumbuhnya kebebasan yang berlebihan pada warga negara
Materi Operasi dan Pembulatan Bilangan Desimal Matematika Kelas 8 Kurikulum Cambridge Bismillahirrahmanirrahim. This is a mathematics module year 8 based on Cambridge Curriculum. The material is taken from Cambridge Checkpoint Mathematics 8. Unit 03 : Place value, ordering and rounding 3.1 Multiplying and dividing by 0.1 and 0.01 3.2 Ordering decimals 3.3 Rounding 3.4 Adding and subtracting decimals 3.5 Dividing decimals 3.6 Multiplying by decimals 3.7 Dividing by decimals 3.8 Estimating and approximating NOTE : To download, click the square icon in the top right for the link. Please report any broken links you find. I hope this helps! Do not repost this module on other sites.
Materi Bilangan Bulat, Bilangan Prima, Pemfaktoran, dan Akar Matematika Kelas 7 Kurikulum Cambridge Bismillahirrahmanirrahim. The positive or (counting numbers), negative numbers and zero are called integers. This unit is all about integers. You will learn how to add and subtract integers and you will study some of the properties of positive integers. You will explore other properties of numbers, and different types of number. You should know multiplication facts up to 10 × 10 and the associated division facts. For example, 6 × 5 = 30 means that 30 ÷ 6 = 5 and 30 ÷ 5 = 6. This unit will remind you of these multiplication and division facts. Key words : integer, multiple, common multiple, factor, remainder, prime number, sieve of Eratosthenes Unit 1 : Integers 1.1 Using negative numbers 1.2 Adding and subtracting negative numbers 1.3 Multiples 1.4 Factors and tests for divisibility 1.5 Prime numbers 1.6 Squares and square roots NOTE : To download, click the square icon...
Komentar
Posting Komentar