Materi dan Latihan Soal TWK Peristiwa Sejarah di Indonesia dan Dunia - CPNS 2027
Assalamu'alaikum semua. Pada kesempatan kali ini saya akan share materi TWK tentang Peristiwa Sejarah Penting yang terjadi di Indonesia dan Dunia. Selamat belajar :)
PERISTIWA SEJARAH PENTING DI INDONESIA DAN DUNIA
A. Masa Kerajaan Di Indonesia
1. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
a. Kerajaan Kutai
- Kerajaan pertama di Indonesia. Terletak di daerah Muara Kaman di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
- Peninggalan dari Kutai adalah 7 (tujuh) prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa, dengan bahasa Sanskerta.
- Raja Mulawarman adalah raja yang terbesar di Kutai, sebab menaklukkan raja-raja sekitarnya.
b. Kerajaan Tarumanegara
- Letak di Jawa Barat di antara tiga daerah, Karawang - Jakarta - Bogor.
- Peninggalannya tujuh prasasti berhuruf Pallawa berbahasa Sanskerta, yaitu: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Tugu, Prasasti Lebak, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Muara Cianten.
- Kerajaan Tarumanegara yang berkembang lebih kurang pada abad V Masehi.
- Rajanya yang terkenal Purnawarman.
- Penganut agama Hindu, aliran Vaisnawa.
c. Kerajaan Sriwijaya
- Letak di Sumatra Selatan dekat Palembang.
- Berdiri pada abad VII M.
- Sriwijaya merupakan pusat agama Budha di Asia Tenggara, seperti yang diberitakan oleh I Tsing seorang musafir Cina yang belajar paramasastra Sanskerta di Sriwijaya.
- Beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya, yaitu: Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Ligor, Prasasti Karang Brahi, Prasasti Bukit Siguntang, Prasasti Palas Pasemah.
- Faktor geografis → (1) letaknya yang strategis dalam jalur dagang antara India dan Tiongkok, lebih ramai setelah jalan darat India - Tiongkok terputus; (2) Muara sungai di Sumatera lebar dan landai mudah dilayari
- Faktor ekonomis → (1) di Sumatera banyak hasil untuk diperdagangkan, misalnya penyu, gading, kapur barus, dan lain-lain; (2) Keruntuhan kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan Kamboja, yang dulunya sangat berperan di Asia tenggara, pada abad VII runtuh, dan digantikan Sriwijaya, cepat berkembang sebagai negara maritim.
- Faktor Ekonomi → Sriwijaya mengalami kemunduran pada abad X M, setelah terjadi persaingan ekonomi antara Kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Medang di Jawa Timur.
- Faktor Politik → Sriwijaya yang semula menjalin hubungan baik dengan Colamandala, akhirnya terjadi permusuhan, Colamandala menyerang dua kali (tahun 1023 dan 1068 M) ke Sriwijaya.
- Faktor wilayah → Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri. Kerajaan Singasari di Jawa Timur menyerang ke Sriwijaya lewat ekspedisi Parmalayu (1275). Kemudian, disusul serangan kerajaan Majapahit pada tahun 1377, kemungkinan besar menjadi penentu untuk mengakhiri riwayat Sriwijaya.
d. Kerajaan Singasari (Tahun 1222-1292)
- Pararaton atau disebut juga Katuturanira Ken Arok, isinya menceritakan riwayat Ken Arok dari lahir sampai menjadi raja dan urutan raja-raja yang memerintah di Singasari.
- Negarakertagama ditulis oleh Prapanca yang merupakan seorang pujangga Keraton Majapahit pada tahun 1365. Isinya: Pandangan filsafat, keindahan Keraton Majapahit, perjalanan suci Hayam Wuruk ke tempat percandian leluhurnya antara lain ke Singasari. Memuat riwayat Ken Arok juga.
- Raja pertama adalah Ken Arok.
- Mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Kertanegara. Dengan cita-cita ini dikenal sebagai Wawasan Nusantara I.
e. Kerajaan Majapahit
- Sumber-sumber sejarah Majapahit, yaitu: Prasasti Kudadu, Kitab Negarakertagama, Kitab Pararaton, Buku-buku kidung (Kidung Ronggolawe, Kidung Sundayana), Prasasti-prasasti yang merupakan peninggalan Raja Majapahit, Berita-berita Cina (kitab Ying Yai Sheng Lan karangan Ma Huan dan catatan-catatan dalam tambo dinasti Ming).
- Raja pertama Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jaya Wardana (1293-1309 M).
- Hayam Wuruk (1350-1389 M). Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk ini, Majapahit mencapai zaman keemasannya. Cita-cita Gajah Mada yang diucapkan lewat Sumpah Palapa, disebut pula sebagai Wawasan Nusantara II dapat tercapai. Wilayah Majapahit, hampir sama dengan wilayah Republik Indonesia maka Majapahit disebut sebagai Negara Maritim Nasional II. Selama pemerintahan Hayam Wuruk terjadi tiga peristiwa penting yaitu: Peristiwa Bubat tahun 1357, Perjalanan suci Hayam Wuruk ketempat leluhurnya, dan Upacara Crada yang diadakan untuk memperingati wafatnya Rajapadni tahun 1362.
- Hasil sastra zaman Majapahit, antara lain: (1) Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca; (2) Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
- Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mengalami kemunduran.
Kerajaan Majapahit mulai mundur dan akhirnya runtuh, disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
- Faktor Politik → Setelah Gajah Mada meninggal daerah yang luas tersebut tak dapat dipertahankan.
- Faktor Ekonomi → Majapahit dulu dapat menyatukan daerah pertanian dan bandar-bandar, setelah ada ekspedisi Cina, bandar-bandar lebih suka langsung berhubungan dengan luar negeri. Bandar lebih demokratis, berusaha melepaskan diri dari Majapahit.
- Faktor Agama → Perbedaan ideologi. Penyebaran Islam di Asia Tenggara, melalui jalur perdagangan yang lebih dulu terpengaruh adalah bandar maka bandar beragama Islam, Majapahit masih Hindu. Bandar-bandar menentang Majapahit. Ada pula pendapat yang mengatakan adanya serangan dari Demak.
2. Kerajaan Islam di Indonesia
a. Masuknya Islam serta Perkembangannya di Indonesia
- Berita Arab: Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M.
- Berita Eropa: oleh Marcopolo
- Berita Cina: berdasarkan catatan Ma'Huan, yaitu penulis yang mengikuti Laksamana Cheng Ho (sekitar 1.400 M).
- Berita India: disebutkan bahwa pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam ke Nusantara.
- Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-11 dengan bukti, yakni ditemukannya makam seorang wanita yang bertulis Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik.
- Proses masuknya Islam melalui: perdagangan, pernikahan, kesenian, pendidikan, tasawuf, dan politik.
b. Kerajaan Islam
- Samudra Pasai: Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh.
- Kerajaan Malaka: Paramisara (Parameswara) yang melarikan diri dari Majapahit karena perang Paregreg dan kemudian memeluk Islam dan mengganti nama menjadi Iskandar Syah.
- Aceh: didirikan oleh Ali Mughayat Syah. Masa keemasan pada abad ke-16, yaitu pada masa Sultan Iskandar Muda.
- Demak: Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah
- Mataram: Pusat kerajaan di Kota Gede Yogyakarta, didirikan oleh Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Raja yang terkenal dalam usahanya untuk mengusir Belanda di Batavia, yaitu Sultan Agung
- Banten: Didirikan oleh Fatahillah atau Sunan Gunung Jati.
- Ternate dan Tidore: Islam di Temate menyebar pada abad ke-14. Sultan Baabullah mengantarkan kerajaan ini ke masa keemasannya.
- Makassar terdiri atas dua kerajaan, yaitu Goa dan Tallo. Sultan yang terkenal dengan sebutan Ayam Jantan Dari Timur adalah Sultan Hasanuddin. Aru Palaka berhasil mengalahkan Hasanuddin dengan perjanjian Bongaya.
3. Kitab-kitab Peninggalan Sejarah
- Kitab Mahabarata, oleh Resi Wiyasa
- Kitab Ramayana, oleh Mpu Walmiki
- Kitab Arjuna Wiwaha, oleh Mpu Kanwa (Zaman Raja Airlangga, Kahuripan)
- Kitab Smaradhana, oleh Mpu Darmaja (Zaman Raja Kameswara I di Kediri)
- Kitab Bharatayuda, oleh Mpu Sendok dan Mpu Panuluh (Zaman Raja Jayabaya Kediri)
- Kitab Negarakertagama, oleh Mpu Prapanca (Zaman Majapahit)
- Kitab Sutasoma, oleh Mpu Tantular (Zaman Majapahit)
B. Perjanjian-Perjanjian Bersejarah
1. Perjanjian Bongaya (18 November 1667) → Antara kesultanan Gowa yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dan pihak Hindia Belanda yang diwakili oleh Laksamana Cornelis Speelman. Isi Perjanjian: Raja Hasanudin dari Makassar menyerah kepada VOC
2. Perjanjian Jepara (Tahun 1676) → Antara Kesultanan Kartasura yang diwakili Sultan Amangkurat II dan VOC yang diwakilil oleh Laksamana Cornelis Speelman. Isi Perjanjian: Raja Mataram Sultan Amangkurat II harus menyerahkan pesisir utara tanah Jawa, jika VOC berhasil menindas Pemberontakan Trunojoyo
3. Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) → Kesepakatan antara VOC, pihak Mataram (diwakili oleh Sunan Pakubuwono III), dan kelompok Pangeran Mangkubumi. Isi Perjanjian: Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta
4. Perjanjian Salatiga (Tahun 1757) → Perjanjian ini ditandatangani oleh Raden Mas Said, Sunan Pakubuwono III, VOC, dan Sultan Hamengkubuwono I. Isi Perjanjian: Daerah Surakarta dibagi menjadi dua bagian, yaitu Mangkunegaran dan Kasunanan
5. Perjanjian Kalijati (8 Maret 1942) → Antara Jepang dan Belanda. Isi Perjanjian: Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
6. Perjanjian Linggarjati (25 Maret 1947) → Antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jenderal dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator. Isi perjanjian:
- Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
- Belanda harus meninggalkan wilayah Rl paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
- Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
- Dalam bentuk RIS, Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
7. Perjanjian Renville (17 Januari 1948) → Antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri atas Amerika Serikat, Australia, dan Belgia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham. Isi Perjanjian:
- Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.
- Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
- TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta.
8. Perjanjian Roem-Royen (7 Mei 1949) → Antara Indonesia (diwakili oleh Mohammad Roem) dengan Belanda (diwakili oleh Herman van Royen) yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Isi Perjanjian:
- Angkatan berserijata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya
- Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar
- Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
- Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua lawanan perang
9. Perjanjian Konferensi Meja Bundar/KMB (23 Agustus 1949) → Antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. KMB diikuti oleh perwakilan dari Indonesia, Belanda, dan perwakilan badan yang mengurusi sengketa antara Indonesia-Belanda. Berikut ini para delegasi yang hadir dalam KMB, yaitu: (1) Indonesia terdiri atas Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh, Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo; (2) BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Pontianak; (3) Belanda diwakili oleh Mr. van Maarseveen; dan (4) UNCI diwakili oleh Chritchley. Isi Perjanjian:
- Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
- Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
- Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS.
- Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai oleh Raja Belanda.
- Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS.
- Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedangkan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa para anggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
10. Perjanjian New York (15 Agustus 1962) → Diprakarsai oleh Amerika Serikat pada 1962 untuk terjadinya pemindahan kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda ke Indonesia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Adam Malik dan Belanda oleh Dr. van Royen. E. Bunker dari Amerika Serikat menjadi perantaranya. Isi Perjanjian:
- Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui badan pemerintah PBB
- Akan diadakan penentuan pendapat rakyat Irian Barat
11. Perjanjian Bangkok (11 Agustus 1966) → Lebih dikenal sebagai Deklarasi ASEAN yaitu kesepakatan yang menandai berdirinya organisasi ASEAN. Isi Perjanjian: Republik Indonesia menghentikan konfrontasi dengan Malaysia
C. ASEAN (Association of South East Asian Nation)
ASEAN dalam bahasa Indonesia merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tokoh-tokohnya adalah:
- Indonesia diwakili oleh Adam Malik
- Malaysia diwakili oleh Tun Abdul Rozak
- Singapura diwakili oleh S. Rajaratnam
- Filipina diwakili oleh Narciso Ramos
- Thailand diwakili oleh Thanat Khoman
Isi Deklarasi Bangkok:
- Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
- Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
- Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
- Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
- Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Latar Belakang Lahirnya ASEAN
- Persamaan nasib dan sejarah di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara
- Bangsa Asia Tenggara pernah dijajah bangsa asing, kecuali Thailand
- Secara geografis letaknya berdekatan
Anggota ASEAN
- Filipina (negara pendiri ASEAN)
- Indonesia (negara pendiri ASEAN)
- Malaysia (negara pendiri ASEAN)
- Singapura (negara pendiri ASEAN)
- Thailand (negara pendiri ASEAN)
- Brunei Darussalam bergabung pada (7 Januari 1984)
- Vietnam bergabung pada (28 Juli 1995)
- Laos bergabung pada (23 Juli 1997)
- Myanmar bergabung pada (23 Juli 1997)
- Kamboja bergabung pada (16 Desember 1998)
Tujuan ASEAN
- Mempercepat kemajuan ekonomi dan sosial di Asia Tenggara.
- Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional ASEAN.
- Meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, IPTEK, dan lain-lain.
Kerja Sama Negara-Negara ASEAN
1. Bidang Ekonomi
- Mempromosikan produk sesama anggota ASEAN
- Menyediakan cadangan pangan
- Proyek pupuk Urea Amonia di Malaysia dan Aceh
- Proyek pabrik Diesel Marine dan Vaksin di Singapura
- Proyek industri Tembaga dan Superphospat di Filipina
- Proyek pabrik Abusoda di Thailand
- AFTA yang bertujuan untuk melakukan penurunan tafir bea masuk terhadap produk barang tertentu di antara Negara anggota.
2. Bidang Politik
- ASEAN bebas dari nuklir
- ZOPFAN (menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara)
- Mengadakan latihan militer bersama
- Mengadakan perjanjian ekstradisi (penyerahan pelarian yang tertangkap antar negara anggota ASEAN.
3. Bidang Sosial Budaya
- Mengadakan tukar-menukar misi kebudayaan dan kesenian
- Mengadakan pesta olehraga Asia Tenggara yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali
- Mengadakan kerja sama dalam bidang pariwisata
- Mengadakan kerja sama menanggulangi narkoba
- Pemerataan kesejahteraan masyarakat
- Penanggulangan bencana
D. Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Latar belakang dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika dikarenakan adanya ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur.
KAA dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955. Konferensi ini berlangsung di Gedung Merdeka dan Gedung Dwi Warna.
Indonesia menentang penjajahan, sesuai dengan politik luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif. Lahirnya KAA didahului dengan adanya Konferensi Colombo dan Konferensi Bogor dengan pencetus terselenggaranya KAA adalah Ir. Soekarno.
- 23 Agustus 1953 - Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (Indonesia) di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara mengusulkan perlunya kerja sama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam perdamaian dunia.
- 25 April-2 Mei 1954 - Berlangsung Persidangan Kolombo di Sri Lanka. Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin dari India, Pakistan, Burma (sekarang Myanmar), dan Indonesia. Dalam konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya adanya Konferensi Asia-Afrika.
- 28-29 Desember 1954 - Untuk mematangkan gagasan masalah Persidangan Asia-Afrika, diadakan Persidangan Bogor. Dalam persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan, serta siapa saja yang akan diundang.
- 18-24 April 1955 - Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung. Persidangan ini diresmikan oleh Presiden Soekamo dan diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. Hasil dari persidangan ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila Bandung.
KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (Bruma), Sri Lanka, India, dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario Sastrowardoyo.
Tokoh-tokoh pelopor KAA:
- Ali Sastroamidjojo (Perdana Menteri Indonesia)
- Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
- Mohammad Ali (Perdana Menteri Pakistan)
- Sir John Kotelawala (Perdana Menteri Sri Lanka)
- U Nu (Perdana Menteri Myanmar/Burma)
KAA dihadiri oleh 29 negara, 23 negara dari Asia, dan 6 lainnya dari Afrika. Hasil dari KAA dikenal dengan nama Dasa Sila Bandung atau Bandung Spirit. Isi Dasa sila Bandung:
- Menghormati hak-hak dasar manusia dengan piagam PBB.
- Menghormati kedaulatan wilayah setiap negara.
- Mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa, baik besar maupun kecil.
- Tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal dalam negeri, baik besar maupun kecil.
- Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan secara sendiri atau bersama- sama sesuai dengan piagam PBB.
- Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
- Tidak melakukan agresi terhadap negara lain.
- Menyelesaikan perselisihan dengan jalan damai.
- Memajukan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
- Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
Pengaruh KAA terhadap negara di Asia Afrika, antara lain adalah memengaruhi semangat juang negara-negara di Asia Afrika yang kemudian memproklasmasikan kemerdekaannya, seperti: Sudan, Ghana, dan lain-lain. Peranan penting KAA bagi perdamaian dunia:
- Ketegangan dunia akibat perang dingin berkurang. Hal ini dinyatakan dengan bubarnya Blok Barat dan Blok Timur.
- Politik Apartheid dihapuskan pada tahun 1993.
E. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
PBB atau UN (United Nations), lahir tanggal 24 Oktober 1945, dengan markas besar PBB berada di New York, Amerika Serikat.
Indonesia menjadi anggota PBB yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950.
Syarat-syarat menjadi anggota PBB: (1) Negara merdeka; (2) Negara yang cinta damai; (3) Mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan dan selanjutnya oleh Majelis Umum PBB; dan (4) Negara yang sanggup menyelenggarakan piagam PBB
Dewan Keamanan terdiri atas 15 negara anggota, yang terdiri atas 5 anggota tetap (Cina, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat) dan 10 anggota tidak tetap (Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Kolombia, Gabon, Jepang, Jerman, India, Lebanon, Nigeria, Portugal, dan Afrika Selatan). Tugas Dewan Keamanan: (1) Memelihara perdamaian dan keamanan antar negara di dunia; (2) Menyelesaikan pertikaian internasional; dan (3) Mengajukan usul yang akan dibahas dalam sidang umum.
Lembaga-lembaga Dewan Ekonomi dan Sosial
- UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization): Organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
- WHO (World Health Organization): Organisasi kesehatan dunia.
- ILO (International Labour Organization): Organisasi buruh sedunia.
- FAO (Food and Agriculture Organization): Organisasi pangan dan pertanian sedunia.
- IMF (International Monetary Fund): Dana moneter/keuangan internasional.
- GATT (General Agreement on Tariffs and Trade): Perjanjian umum tentang tarif dan perdagangan (sekarang telah digantikan oleh WTO - World Trade Organization).
Tujuan PBB:
- Persetujuan tentang tarif dan perdagangan
- Menjamin perdamaian dan keamanan internasional.
- Mengadakan kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah ekonomi, sosial, kebudayaan, dan kemanusiaan.
- Menjunjung tinggi hak manusia dengan jalan tidak membedakan jenis kelamin, agama, dan bangsa.
- Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa.
- Menjadikan PBB sebagai pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama.
Peran Indonesia dalam PBB:
| Daerah Konflik | Tahun | Nama Pasukan | Kesatuan PBB |
|---|---|---|---|
| Sinai, Mesir | 1957 | Pasukan Garuda I | UNEF |
| Kongo (Zaire) | 1960 | Pasukan Garuda II | UNOC |
| Kongo (Zaire) | 1962-1964 | Pasukan Garuda III | UNOC |
| Vietnam | 1973 | Pasukan Garuda IV, V, VI | ICCS |
| Mesir | 1973-1979 | Pasukan Garuda VII, VIII | UNEF |
| Bosnia Herzegovina | 1992 | Misi Kesehatan PBB | - |
F. Revolusi Prancis
Revolusi Perancis merupakan suatu proses perubahan yang dimulai pada tahun 1789-1871. Revolusi ini lahir karena reaksi terhadap kekuasaan raja yang sewenang-wenang (absolut).
Para pelaku revolusi ini adalah kaum Borjuis (golongan masyarakat kota), penentang utama dari pemerintah Raja Louis XVI, yang ingin menggantikan peranan ulama dan kaum bangsawan dalam pemerintahan.
Muncul beberapa tokoh pembaharu yang menentang kekuasaan raja, di antaranya John Locke, Montesquieu, Rousseau, dan Voltaire.
Penyebab meletusnya Revolusi Prancis adalah:
- Utang negara sudah terlalu banyak
- Pajak yang dibebankan kepada rakyat sudah terlalu tinggi.
- Adanya blangko surat penangkapan yang ditandatangani oleh raja.
- Kebencian rakyat kepada Penjara Bastille.
- Menghambur-hamburkan uang yang dilakukan oleh permaisuri raja, yakni Marie Antoinette.
- Adanya pengaruh dari luar, yaitu perang kemerdekaan Amerika Serikat yang menentang pendudukan Inggris di Amerika, yang pada waktu itu Prancis memberikan bantuannya kepada Amerika di bawah pimpinan Jenderal Lafayette sehingga sekembalinya dari Amerika ia menyebarkan semangat dan cita-cita kemerdekaan, kebebasan, dan persamaan
Pada 14 Juli 1789, terjadi penyerangan terhadap Penjara Bastille. Penjara Bastille merupakan lambang kekuasaan dan sewenang-wenangan Raja Louid karena di tempat inilah para pemimpin rakyat dipenjarakan. Dengan jatuhnya Bastille ke tangan rakyat Prancis maka tahun 1791 Prancis menjadi sebuah negara yang berbentuk Monarki Konstitusi (kerajaan berundang-undang) dan Prancis berhasil membentuk sebuah konstitusi, kerajaan raja diatur oleh undang-undang.
Semboyan Revolusi Prancis adalah Liberte (Kebebasan), Egalite (Persamaan), dan Fretemite (Persaudaraan) yang merupakan hasil pemikiran J.J. Rousseau yang kemudian tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Nasional Prancis.
Kerajaan Prancis akhirnya diubah menjadi Republik dengan membentuk Pemerintahan Teror (sistem pemerintahan secara diktator) yang dipimpin oleh Robespierre (1792-1794).
Pada tahun 1795, Pemerintahan Teror diganti oleh pemerintahan Directoire (1795-1799).
Pada tahun 1804, Napoleon Bonaparte menjadi Kaisar Prancis yang diresmikan oleh Paus Pius VII.
Napoleon Bonaparte melaksanakan pemerintahan dengan corak otokrasi. Langkah-langkah yang diambilnya untuk mengembalikan wibawa Prancis adalah sebagai berikut:
- Membentuk pemerintahan yang stabil dan kuat.
- Memberikan kesejahteraan kepada rakyat, pajak pendapatan diturunkan sebanyak 20%, pendidikan dikembangkan, perindustrian dan perdagangan diperlancar.
- Mengembalikan perdamain dalam negeri.
Pada masa kepemimpinan Napoleon Bonaparte, Prancis berkembang menjadi sebuah negara yang paling berkuasa di Eropa.
Dalam melaksanakan politik dalam negerinya, Napoleon melaksanakan politik dinasti, yaitu menempatkan dan mengangkat saudara-saudaranya sebagai raja pada daerah-daerah lain. Tujuan politik ini adalah untuk menjelmakan keturunannya menjadi kaisar Prancis dan wilayah-wilayah Eropa lainnya.
Dalam melaksanakan politik luar negerinya ditunjukkan untuk pembentukan Prancis menjadi negara terbesar di Eropa. Pengaruh Revolusi Perancis (14 Juli 1789) dalam berbagai bidang.
- Bidang Politik: (1) Negara menjadi Republik; (2) Berkembang paham demokrasi modern; (3) Timbulnya rasa nasionalisme; dan (4) Undang-undang merupakan kekuasaan tertinggi.
- Bidang Ekonomi: (1) Sistem pajak feodal dihapuskan; (2) Sistem monopoli dihapuskan; (3) Petani menjadi pemilik tanah; (4) Industri-industri besar bermunculan.
- Bidang Sosial: (1) Dibentuknya susunan masyarakat baru; (2) Pendidikan dan pengajaran merata di semua lapisan masyarakat; (3) Sistem feodalisme dihapuskan; dan (4) Hak asasi manusia dijadikan dasar Code Napoleon.
Pengaruh dalam tatanan kehidupan bernegara.
- Berkembangnya paham liberalisme (kebebasan). Liberalisme adalah paham kebebasan yang berhasil mengahpuskan kekuasaan mutlak (absolut) di daratan Eropa.
- Berkembangnya paham berkebangsaan (Nasionalisme). Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang berusaha menentang segala bentuk penjajahan untuk mencapai kedaulatan bangsa dan negara.
- Berkembangnya perlindungan hukum (The Rule of Law).
- Berkembangnya sistem demokrasi dan bentuk republik.
- Berkembangnya paham kesamaan derajat.
- Penghapusan perbudakan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
- Pemungutan pajak dilakukan secara adil dan merata.
- Menghapus diskriminasi dalam masyarakat.
- Penghapusan sistem monopoli dalam perdagangan.
1. Terbentuknya Koloni di Amerika Utara
- Pada 1492, Christophorus Colombus mendarat di Kepulauan Bahama, Kuba, dan Santo Domingo di bagian selatan benua tersebut. Kedatangan Colombus ke benua "baru" tersebut membawa dampak terhadap banyaknya penjelajah dari daratan Eropa yang berkunjung ke benua tersebut. Nama Amerika diambil dari nama seorang penjelajah Spanyol bernama Amerigo Vespuci.
- Pada 1602, Prancis yang dipelopori oleh Samuel de Camplain, telah menduduki Kanada.
- Pada 1682 La Salle menduduki Lousiana di daerah Sungai Missisipi.
- Pada 1609, bangsa Belanda kemudian menduduki daerah Sungai Hudson.
- Pada 1826, Minnit mendirikan koloni yang diberi nama Nieuw Amsterdam. Bangsa Inggris pun tak ketinggalan.
- Pada 1589 Raleiq menduduki wilayah Virginia
- Pada 1620 Pilgrim Father berhasil menduduki Massachusetts
- Pada 1623 Calvert menduduki Maryland.
- Pada 1674 Inggris merebut Nieuw Amsterdam dari tangan Belanda dan menggantinya dengan nama New York.
- Perang Tujuh Tahun 1756-1763, Inggris merebut Kanada dan Lousiana di daerah Sungai Missisipi dari tangan Prancis. Dengan demikian, Inggris telah mendominasi daerah koloni di Amerika Utara. Koloni yang pertama di Amerika Utara adalah Jamestown di Virginia yang merupakan daerah penghasil tembakau yang baik.
- Tahun 1700 masing-masing koloni berkembang dan memiliki pelabuhan sendiri.
- Adapun kerja sama yang berkembang antarkoloni pada waktu itu adalah dalam bidang: kegiatan perdagangan, pelayaran, produksi barang jadi, pengadaan mata uang.
- Beberapa koloni yang sudah didirikan oleh orang-orang Eropa, di antaranya: Virginia, Massachusetts, Maine, Connecticuts, Maryland, New Jersey, Carolina, New Hampshire, dan Pennsylvania.
- Perjalanan koloni ini membawa dampak yang baik atas munculnya ide terhadap rasa persatuan. Atas dasar rasa persatuan di antara koloni tersebut, terbentuklah organisasi Kongres Kontinental yang menjadi perintis berdirinya negara Amerika Serikat.
2. Kemajuan Pendidikan dan Surat Kabar
- Sejak 1647 di beberapa koloni, di antaranya Massachussets Bay, telah melaksanakan wajib belajar bagi siswa sekolah dasar.
- Koloni yang giat memajukan bidang pendidikan adalah Pensylvania.
- Sekolah pertama didirikan pada tahun 1683 yang mengajarkan ilmu membaca, menulis tata buku, bahasa klasik, sejarah, dan kesusastraan.
- Philadelpia mendirikan sekolah matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa
- Bidang surat kabar berkembang dengan pesat ditandai oleh: (1) Pada 1704 diterbitkan surat kabar pertama di Boston yang daerah lainnya; dan (2) Pada 1733 diterbitkan majalah mingguan pertama di Amerika yang bernama New York Weekly Joumal
- Melalui pers ini, pandangan serta kemajuan koloni mengarah kepada kebebasan politik yang cukup besar yang mendorong koloni-koloni untuk memisahkan diri dari negara Inggris sebagai negara induk, yang kemudian melatarbelakangi lahirnya Revolusi Amerika
3. Kemerdekaan 4 Juli 1776: Revolusi Amerika
- Suatu pergolakan untuk mencapai kemerdekaan dan bebas berpikir di Amerika berlangsung tahun 1763, setelah berakhirnya Perang Tujuh Tahun.
- Ketika itu Inggris telah berhasil mematahkan kekuasaan Prancis di Amerika Utara.
- Pada 1763 telah berhasil dibangun persimpangan jalan antara Inggris dan Amerika dengan berdirinya pusat permukiman secara permanen yang pertama: Jamestown di Virginia.
- Sampai 1763 Britania Raya belum merumuskan suatu garis politik yang tegas bagi daerah koloni miliknya.
- Inggris masih berpandangan merkantilisme, yaitu bahwa koloni yang harus menyediakan bahan mentah bagi Inggris dan dilarang menyaingi dalam pembuatan barang.
- Pada 1763 pemerintah Inggris mengeluarkan maklumat kerajaan yang berisi pembatalan semua pengakuan atas tanah di Amerika bagian barat oleh 13 koloni.
- Pada tahun 1765 M, terbentuklah organisasi yang bernama "Putar Kemerdekaan" Organisasi tersebut bertujuan mengorbankan pemberontakan koloni.
- Pada 1766 pemerintah Inggris memerintah untuk mencabut kembali Undang-undang Prangko.
- Pada 1770 pemerintah Inggris mencabut semua pajak di Townshend kecuali pajak teh.
- Pada 23 Agustus 1775, Raja George mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa koloni sedang melancarkan pemberontakan. Dilanjutkan dengan Thomas Paine menerbitkan pamflet tebal yang berjudul "Common Sense". Isi pamflet tersebut memuat tentang pentingnya sebuah kemerdekaan.
- Pada 10 Mei 1776 sebuah resolusi untuk memotong tali belenggu parlemen Inggris dikeluarkan oleh sebuah komite yang beranggotakan lima orang yang dipimpin Thomas Jefferson dari Virginia dengan tujuan mempersiapkan suatu deklarasi kemerdekaan.
- Deklarasi Kemerdekaan dicetuskan pada tanggal 4 Juli 1776 di Philadelpia.
- Presiden pertama Amerika Serikat adalah George Washington.
4. Pengaruh Revolusi Amerika
- Deklarasi Kemerdekaan sebagai manifestasi dari Revolusi Amerika mengilhami semangat perjuangan bangsa Amerika.
- Mendorong semangat banyak bangsa-bangsa di dunia dalam memerdekakan diri dan menentang penindasan di dunia.
- Memunculkan pikiran demokrasi yang timbul di Eropa.
- Timbulnya Revolusi Prancis pada 1789.
Perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara pihak Jepang dan Belanda yang ditandatangani tanggal 8 Maret 1942 dan dimana perjanjian tersebut mengawali Sejarah berakhirnya era pemerintah kolonial Belanda di Indonesia, digantikan oleh pendudukan militer Jepang merupakan perjanjan...
A. Linggarjati
B. Renville
C. Roem Royen
D. Bongaya
E. Kalijati
Perundingan antara Indonesia dan Belanda yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947. Dimana Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir Sebagai ketua (ditemani oleh AK Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem) dan Pihak Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn sebagai ketua (ditemani oleh Max van Poll, HJ van Mook serta F de Boer), serta Pihak Inggris selaku penanggung jawab atau mediator diwakili oleh Lord Killearn. Salah satu isi perjanjian tersebut adalah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian...
A Perjanjian Linggarjati
B. Perjanjian Renville
C. Konferensi Meja Bundar
D. Perundingan Roem-Royen
E. Konferensi Asia Afrika
Perjanjian Bongaya yang ditandatangani pada tahun 1667 merupakan kesepakatan damai yang mengakhiri konflik besar di wilayah Indonesia Timur. Dampak geopolitik paling merugikan yang dialami oleh Kesultanan Gowa-Tallo (Makassar) akibat perjanjian ini adalah...
A. Sultan Hasanuddin dipaksa turun takhta dan digantikan oleh gubernur jenderal Belanda.
B. Monopoli perdagangan rempah-rempah di Makassar sepenuhnya jatuh ke tangan VOC dan benteng-benteng Makassar harus dihancurkan.
C. Seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Gowa diubah menjadi perkebunan tebu milik swasta Barat.
D. Keberadaan kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi Selatan dihapuskan dan dilebur ke dalam wilayah Gowa.
E. Sultan Hasanuddin diasingkan oleh VOC ke wilayah Banda Neira.
Soal Nomor 4
Perjanjian Linggarjati (1947) merupakan langkah diplomasi awal Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan setelah proklamasi. Berdasarkan hasil perjanjian tersebut, wilayah kekuasaan Republik Indonesia secara de facto hanya meliputi...
A. Sumatra, Jawa, dan Madura
B. Jawa, Madura, dan Bali
C. Sumatra, Jawa, dan Kalimantan
D. Seluruh bekas wilayah Hindia Belanda kecuali Papua Barat
E. Jawa, Sumatra, dan Sulawesi
Akibat dari Agresi Militer Belanda I, Indonesia dan Belanda kembali berunding di atas kapal perang Amerika Serikat dalam Perjanjian Renville (1948). Salah satu konsekuensi politik dan militer yang sangat berat bagi pihak Republik Indonesia dari perjanjian ini adalah...
A. Ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta harus diserahkan kepada Belanda.
B. TNI harus ditaruk mundur dari kantong-kantong gerilya di wilayah yang diklaim Belanda (Garis Van Mook), termasuk peristiwa Hijrah Divisi Siliwangi.
C. Pembatalan sepihak mata uang resmi ORI (Oeang Republik Indonesia) oleh Dewan Keamanan PBB.
D. Dibentuknya Uni Indonesia-Belanda yang dipimpin langsung oleh Ratu Belanda dengan kekuasaan absolut.
E. Pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia secara penuh tanpa syarat.
Revolusi Prancis (1789) meletus sebagai akumulasi kemarahan rakyat terhadap absolutisme Raja Louis XVI dan sistem sosial yang sangat tidak adil. Revolusi ini melahirkan semboyan terkenal yang kelak memengaruhi perkembangan hak asasi manusia dan demokrasi di berbagai belahan dunia, yaitu...
A. Gold, Glory, Gospel
B. Devide et Impera
C. Liberte, Egalite, Fraternite
D. Veni, Vidi, Vici
E. E Pluribus Unum
Sebelum menghadapi Belanda di Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia terlebih dahulu menggelar Konferensi Inter-Indonesia (KII) pada tahun 1949 antara pihak Republik Indonesia (RI) dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg / negara-negara boneka bentukan Belanda). Dari sudut pandang strategi geostrategi dan diplomasi, mengapa pelaksanaan Konferensi Inter-Indonesia ini menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia mematahkan diplomasi Belanda di KMB?
A. KII berhasil membujuk militer Belanda untuk bersikap netral dalam sengketa kedaulatan di KMB.
B. KII menyepakati pembubaran langsung seluruh negara bagian BFO untuk kembali ke bentuk negara kesatuan sebelum KMB dimulai.
C. KII berhasil menyatukan visi politik antara RI dan BFO sehingga meruntuhkan strategi devide et impera (pecah belah) Belanda yang ingin mengadu domba sesama bangsa Indonesia di KMB.
D. KII memaksa PBB untuk mengambil alih seluruh jalannya persidangan KMB tanpa melibatkan perwakilan kerajaan Belanda.
E. KII melahirkan kesepakatan bahwa dana kompensasi perang sepenuhnya akan ditanggung oleh negara-negara anggota BFO.
Perjanjian Roem-Royen (1949) melahirkan kesepakatan penghentian tembak-menembak dan pengembalian ibu kota RI ke Yogyakarta. Namun, kesepakatan ini sempat ditentang keras oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman dan para pejuang gerilya di lapangan. Analisis yang paling tepat mendasari alasan penolakan Panglima Besar Jenderal Sudirman terhadap diplomasi Roem-Royen pada saat itu adalah...
A. Jenderal Sudirman ingin menggantikan posisi Ir. Soekarno sebagai presiden melalui jalur revolusi militer.
B. Kalangan militer merasa Belanda sedang menggunakan diplomasi sebagai siasat mengulur waktu untuk menghimpun kekuatan militer yang baru, sementara TNI sedang di atas angin melalui Perang Gerilya.
C. Perjanjian Roem-Royen secara otomatis melebur TNI ke dalam struktur tentara kerajaan Belanda (KNIL).
D. Jenderal Sudirman menolak keterlibatan PBB (UNCI) yang dianggap terlalu memihak kepada kepentingan blok barat.
E. Isi klausul perjanjian tersebut memaksa Indonesia menyerahkan wilayah Sumatra sepenuhnya kepada Belanda.
Meskipun Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 berhasil memaksa Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, hasil kesepakatan tersebut membawa konsekuensi logis yang sangat berat bagi stabilitas ekonomi awal negara baru bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Beban ekonomi paling signifikan yang harus diterima Indonesia sebagai harga dari pengakuan kedaulatan tersebut adalah...
A. Indonesia wajib membayar seluruh biaya sewa gedung dan operasional tentara Belanda selama masa Agresi Militer I dan II.
B. Kewajiban Indonesia untuk menanggung utang luar negeri dan dalam negeri Hindia Belanda sejak tahun 1942 yang jumlahnya sangat besar.
C. Larangan bagi Indonesia untuk mendirikan bank sentral sendiri dan wajib menggunakan mata uang Gulden Belanda.
D. Penyerahan hak kelola tambang minyak di Sumatra kepada perusahaan negara Belanda secara eksklusif selama 100 tahun.
E. Kewajiban mengekspor seluruh hasil bumi mentah Indonesia hanya ke pasar komoditas di Amsterdam.
Konferensi Meja Bundar (KMB) menyepakati bahwa penyerahan kedaulatan atas bekas wilayah Hindia Belanda dilakukan secara penuh kepada RIS. Namun, status wilayah Papua Barat sengaja ditangguhkan oleh Belanda. Jika dianalisis dari sudut pandang hukum tata negara dan geopolitik, dampak jangka panjang dari penundaan status Papua Barat dalam KMB bagi Indonesia adalah...
A. Papua Barat secara otomatis diakui oleh PBB sebagai negara merdeka yang berdiri sendiri sejak tahun 1950.
B. Dibubarkannya bentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) secara sepihak oleh Dewan Keamanan PBB.
C. Indonesia kehilangan hak asasi atas seluruh kekayaan laut di wilayah timur karena dikontrol oleh pakta pertahanan SEATO.
D. Terbentuknya pemerintahan bersama (kondominium) antara Indonesia dan Australia untuk mengelola Pulau Papua.
E. Terjadinya ketegangan politik dan konfrontasi militer (Operasi Trikora) di kemudian hari karena Belanda melanggar janji untuk menyelesaikannya dalam waktu satu tahun.
Sekian, semoga bermanfaat.
Materi selanjutnya: Bahasa Indonesia
Materi sebelumnya: Geopolitik Indonesia
Komentar
Posting Komentar