Materi TWK Peristiwa Sejarah
Assalamu'aikum
PERISTIWA SEJARAH PENTING DI INDONESIA DAN DUNIA
A. Masa Kerajaan Di Indonesia
1. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
a. Kerajaan Kutai
Daerah Muara Kaman di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Kerajaan pertama di Indonesia.
Peninggalan dari Kutai adalah 7 (tujuh) prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa, dengan bahasa Sanskerta.
Raja Mulawarman adalah raja yang terbesar di Kutai, sebab menaklukkan raja-raja sekitarnya.
b. Kerajaan Tarumanegara
Letak di Jawa Barat di antara tiga daerah, Karawang - Jakarta - Bogor.
Peninggalannya tujuh prasasti berhuruf Pallawa berbahasa Sanskerta, yaitu:
Prasasti Ciaruteun
Prasasti Kebon Kopi
Prasasti Jambu
Prasasti Tugu,
Prasasti Lebak.
Prasasti Pasir Awi.
Prasasti Muara Cianten.
Kerajaan Taruma yang berkembang lebih kurang pada abad V M (masehi).
Rajanya yang terkenal Purnawarman.
Penganut agama Hindu, aliran Vaisnawa.
c. Kerajaan Sriwijaya
Letak di Sumatra Selatan dekat Palembang.
Berdiri pada abad VII M.
Sriwijaya merupakan pusat agama Budha di Asia Tenggara, seperti yang diberitakan oleh I Tsing seorang musafir Cina yang belajar paramasastra Sanskerta di Sriwijaya.
Beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya:
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Talang Tuo.
Kota Kapur di Bangka.
Prasasti Telaga Batu.
Prasasti Ligor di Tanah Genting Kra. Berangka tahun 755 M
Prasasti Karang Brahi.
Prasasti Bukit Siguntang.
Prasasti Palas Pasemah.
Jalur Resmi Lolos Tes CPNS 2024/2025
73
Perkembangan Kerajaan Sriwijaya.
Faktor-faktor yang menguntungkan Perkembangan Sriwijaya sehingga menjadi kerajaan
besar, maritim nasional Indonesia, antara lain:
Faktor geografis, letaknya yang strategis dalam jalur dagang antara India dan Tiongkok, lebih ramai setelah jalan darat India - Tiongkok terputus.
Muara sungai di Sumatera lebar dan landai mudah dilayari.
Faktor ekonomis, di Sumatera banyak hasil untuk diperdagangkan, misalnya penyu, gading, kapur barus, dan lain-lain.
Keruntuhan kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan Kamboja, yang dulunya sangat berperan di Asia tenggara, pada abad VII runtuh, dan digantikan Sriwijaya, cepat berkembang sebagai negara maritim.
Kemunduran dan Keruntuhan Sriwijaya.
Faktor Ekonomi: Sriwijaya mengalami kemunduran pada abad X M, setelah terjadi persaingan ekonomi antara Kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Medang di Jawa Timur.
Faktor Politik: Sriwijaya yang semula menjalin hubungan baik dengan Colamandala, akhirnya terjadi permusuhan, Colamandala menyerang dua kali (tahun 1023 dan 1068 M) ke Sriwijaya.
Faktor wilayah: banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri. Kerajaan Singasari di Jawa Timur menyerang ke Sriwijaya lewat ekspedisi Parmalayu (1275). Kemudian, disusul serangan kerajaan Majapahit pada tahun 1377, kemungkinan besar menjadi penentu untuk mengakhiri riwayat Sriwijaya.
d. Kerajaan Singasari (Tahun 1222-1292)
Pararaton atau disebut juga Katuturanira Ken Arok, isinya menceritakan riwayat Ken Arok dari lahir sampai menjadi raja dan urutan raja-raja yang memerintah di Singasari.
Negarakertagama ditulis oleh Prapanca yang merupakan seorang pujangga Keraton Majapahit pada tahun 1365. Isinya: Pandangan filsafat, keindahan Keraton Majapahit, perjalanan suci Hayam Wuruk ke tempat percandian leluhurnya antara lain ke Singasari. Memuat riwayat Ken Arok juga.
Raja pertama adalah Ken Arok.
Mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Kertanegara. Dengan cita-cita ini dikenal sebagai Wawasan Nusantara I.
e. Kerajaan Majapahit
Sumber-sumber sejarah Majapahit, yaitu:
Prasasti Kudadu
Kitab Negarakertagama
Kitab Pararaton
Buku-buku kidung, misal: Kidung Ronggolawe, Kidung Sundayana
Prasasti-prasasti yang merupakan peninggalan Raja Majapahit
Berita-berita Cina, misal kitab Ying Yai Sheng Lan. Karangan Ma Huan dan catatan-
catatan dalam tambo dinasti Ming.
Raja pertama Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jaya Wardana (1293-1309 M).
Hayam Wuruk (1350-1389 M). Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk ini, Majapahit mencapai zaman keemasannya. Cita-cita Gajah Mada yang diucapkan lewat Sumpah Palapa, disebut pula sebagai Wawasan Nusantara II dapat tercapai. Wilayah Majapahit, hampir sama dengan wilayah Republik Indonesia maka Majapahit disebut sebagai Negara
Seleksi Kompetensi Dasar
Maritim Nasional II. Selama pemerintahan Hayam Wuruk terjadi tiga peristiwa penting yaitu: peristiwa Bubat tahun 1357, perjalanan suci Hayam Wuruk ketempat leluhurnya. upacara Crada yang diadakan untuk memperingati wafatnya Rajapadni tahun 1362.
Hasil sastra zaman Majapahit, antara lain:
Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca
Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mengalami kemunduran.
Kerajaan Majapahit mulai mundur dan akhirnya runtuh, disebabkan oleh faktor-faktor
sebagai berikut:
1). Faktor Politik (dalam dan luar negeri)
Dalam negeri, kesatuan Majapahit atas kekuatan Gajah Mada, setelah Gajah Mada meninggal daerah yang luas tersebut tak dapat dipertahankan.
2). Faktor Ekonomi
Majapahit dulu dapat menyatukan daerah pertanian dan bandar-bandar, setelah ada ekspedisi Cina, bandar-bandar lebih suka langsung berhubungan dengan luar negeri. Bandar lebih demokratis, berusaha melepaskan diri dari Majapahit.
3). Faktor Agama
Perbedaan ideologi. Penyebaran Islam di Asia Tenggara, melalui jalur perdagangan yang lebih dulu terpengaruh adalah bandar maka bandar beragama Islam, Majapahit masih Hindu. Bandar-bandar menentang Majapahit. Ada pula pendapat yang mengatakan adanya serangan dari Demak.
2. Kerajaan Islam di Indonesia
a. Masuknya Islam serta Perkembangannya di Indonesia
Bukti:
Berita Arab: Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M.
Berita Eropa: oleh Marcopolo
Berita Cina: berdasarkan catatan Ma'Huan, yaitu penulis yang mengikuti Laksamana Cheng Ho (sekitar 1.400 M).
Berita India: disebutkan bahwa pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Islam ke Nusantara.
Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-11 dengan bukti, yakni ditemukannya makam seorang wanita yang bertulis Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik.
Proses masuknya Islam melalui: perdagangan, pernikahan, kesenian, pendidikan, tasawuf, dan politik.
b. Kerajaan Islam
Samudra Pasai: merupakan Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh.
Kerajaan Malaka: Paramisara (Parameswara) yang melarikan diri dari Majapahit karena perang Paregreg dan kemudian memeluk Islam dan mengganti nama menjadi Iskandar Syah.
Aceh: didirikan oleh Ali Mughayat Syah. Masa keemasan pada abad ke-16, yaitu pada masa Sultan Iskandar Muda.
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden
Mataram pusat kerajaan di Kota Gede Yogyakarta, didirikan oleh Sutawijaya atau Patah Panembahan Senopati
Raja yang terkenal dalam usahanya untuk mengusir Belanda di Batavia, yaitu Sultan Agung
Banten, didirikan oleh Fatahillah atau Sunan Gunung Jati.
Ternate dan Tidore: Islam di Temate menyebar pada abad ke-14. Sultan Baabullah me
ngantarkan kerajaan ini ke masa keemasannya.
Makassar terdiri atas dua kerajaan, yaitu Goa dan Tallo Sultan yang terkenal dengan sebutan Ayam Jantan Dari Timur adalah Sultan Hasanuddin. Aru Palaka berhasil mengalahkan Hasanuddin dengan perjanjian Bongaya.
3. Kitab-kitab Peninggalan Sejarah
Kitab Mahabarata, oleh Resi Wiyasa
Kitab Ramayana, oleh Mpu Walmiki
Kitab Arjuna Wiwaha, oleh Mpu Kanwa (Zaman Raja Airlangga, Kahuripan)
Kitab Smaradhana, oleh Mpu Darmaja (Zaman Raja Kameswara I di Kediri)
Kitab Bharatayuda, oleh Mpu Sendok dan Mpu Panuluh (Zaman Raja Jayabaya Kediri)
Kitab Negarakertagama, oleh Mpu Prapanca (Zaman Majapahit)
Kitab Sutasoma, oleh Mpu Tantular (Zaman Majapahit)
B. Perjanjian-perjanjian Bersejarah
Perjanjian Bongaya (18 November 1667)
Antara kesultanan Gowa yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dan pihak Hindia Belanda yang diwakili oleh Laksamana Cornelis Speelman
Isi Perjanjian:
Raja Hasanudin dari Makassar menyerah kepada VOC
Perjanjian Jepara (Tahun 1676)
Antara Kesultanan Kartasura yang diwakili Sultan Amangkurat II dan VOC yang diwakilil oleh Laksamana Cornelis Speelman.
Isi Perjanjian:
Raja Mataram Sultan Amangkurat II harus menyerahkan pesisir utara tanah Jawa, jika VOC berhasil menindas Pemberontakan Trunojoyo
Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755)
Kesepakatan antara VOC, pihak Mataram (diwakili oleh Sunan Pakubuwono III), dan kelompok Pangeran Mangkubumi
Isi Perjanjian:
Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta
76
Seleksi Kompetensi Dasar
Perjanjian Salatiga (Tahun 1757)
Perjanjian ini ditandatangani oleh Raden Mas Said, Sunan Pakubuwono III, VOC, dan Sultan Hamengkubuwono I
Isi Perjanjian:
Daerah Surakarta dibagi menjadi dua bagian, yaitu Mangkunegaran dan Kasunanan
Perjanjian Kalijati (8 Maret 1942)
Antara Jepang dan Belanda.
Isi Perjanjian:
Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
Perjanjian Linggarjati (25 Maret 1947)
Antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jenderal dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook, dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator.
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah Rl paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4. Dalam bentuk RIS, Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
Perjanjian Renville (17 Januari 1948)
Antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948.
Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri atas Amerika
Serikat, Australia, dan Belgia.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.
Isi Perjanjian:
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta..
Perjanjian Roem-Royen (7 Mei 1949)
Antara Indonesia (diwakili oleh Mohammad Roem) dengan Belanda (diwakili oleh Herman van Royen) yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.
Jalur Resmi Lolos Tes CPNS 2024/2025
77
Isi Perjanjian:
Angkatan berserijata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya 1
2. Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar
3. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
4. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua lawanan perang
Perjanjian KMB/Konferensi Meja Bundar (23 Agustus 1949)
Antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. Konferensi Meja Bundar (KMB) diikuti oleh perwakilan dari Indonesia, Belanda, dan perwakilan badan yang mengurusi sengketa antara Indonesia-Belanda. Berikut ini para delegasi yang hadir dalam KMB:
1. Indonesia terdiri atas Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh, Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo.
2. BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Pontianak.
3. Belanda diwakili oleh Mr. van Maarseveen.
4. UNCI diwakili oleh Chritchley.
Isi Perjanjian:
1. Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
2. Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
3. Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS.
4. Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai oleh Raja Belanda.
5. Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS.
6. Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedangkan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa para anggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
Perjanjian New York (15 Agustus 1962)
Diprakarsai oleh Amerika Serikat pada 1962 untuk terjadinya pemindahan kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda ke Indonesia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Adam Malik dan Belanda oleh Dr. van Royen. E. Bunker dari Amerika Serikat menjadi perantaranya.
Isi Perjanjian:
1. Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui badan pemerintah PBB
2. Akan diadakan penentuan pendapat rakyat Irian Barat
Perjanjian Bangkok (11 Agustus 1966)
Isi Perjanjian:
Republik Indonesia menghentikan konfrontasi dengan Malaysia
78
Seleksi Kompetensi Dasar
C. ASEAN (Association of South East Asian Nation)
ASEAN dalam bahasa Indonesia merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tokoh-tokohnya adalah:
Indonesia diwakili oleh Adam Malik
Malaysia diwakili oleh Tun Abdul Rozak
Singapura diwakili oleh S. Rajaratnam
Filipina diwakili oleh Narciso Ramos
Thailand diwakili oleh Thanat Khoman
Isi Deklarasi Bangkok:
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan
Asia Tenggara
Latar Belakang Lahirnya ASEAN
Persamaan nasib dan sejarah di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara
Bangsa Asia Tenggara pernah dijajah bangsa asing, kecuali Thailand
Secara geografis letaknya berdekatan
Anggota ASEAN
Filipina (negara pendiri ASEAN)
Indonesia (negara pendiri ASEAN)
Malaysia (negara pendiri ASEAN)
Singapura (negara pendiri ASEAN)
Thailand (negara pendiri ASEAN)
Brunei Darussalam bergabung pada (7 Januari 1984)
Vietnam bergabung pada (28 Juli 1995)
Laos bergabung pada (23 Juli 1997
Myanmar bergabung pada (23 Juli 1997)
Kamboja bergabung pada (16 Desember 1998)
Tujuan ASEAN
Mempercepat kemajuan ekonomi dan sosial di Asia Tenggara.
Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional ASEAN.
-
Meningkatkan Kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, IPTEK, dan lain-lain.
Jalur Resmi Lolos Tes CPNS 2024/2025
79
Kerja sama Negara-negara ASEAN
1. Bidang Ekonomi
Mempromosikan produk sesama anggota ASEAN
Menyediakan cadangan pangan
Proyek pupuk Urea Amonia di Malaysia dan Aceh
Proyek pabrik, Diesel Marine dan Vaksin di Singapura
Proyek industri Tembaga dan Superphospat di Filipina
Proyek pabrik Abusoda di Thailand
AFTA tujuannya, yaitu melakukan penurunan tafir bea masuk terhadap produk barang tertentu di antara Negara anggota.
2. Bidang Politik
ASEAN bebas dari nuklir
ZOPFAN (menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara)
Mengadakan latihan militer bersama
Mengadakan perjanjian ekstradisi (penyerahan pelarian yang tertangkap antar-
Negara anggota ASEAN.
3. Bidang Sosial Budaya
Mengadakan tukar-menukar misi kebudayaan dan kesenian
Mengadakan pesta olehraga Asia Tenggara yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali
Mengadakan kerja sama dalam bidang pariwisata
Mengadakan kerja sama menanggulangi narkoba
Pemerataan kesejahteraan masyarakat
Penanggulangan bencana
D. Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Latar belakang dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika dikarenakan adanya ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur.
KAA dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955. Konferensi ini berlangsung di Gedung Merdeka dan Gedung Dwi Warna.
Indonesia menentang penjajahan, sesuai dengan politik luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif. Lahirnya KAA didahului dengan adanya Konferensi Colombo dan Konferensi Bogor dengan pencetus terselenggaranya KAA adalah Ir. Soekarno.
23 Agustus 1953 - Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (Indonesia) di Dewan Perwakilan Rakyat Sementara mengusulkan perlunya kerja sama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam perdamaian dunia.
25 April-2 Mei 1954 - Berlangsung Persidangan Kolombo di Sri Lanka. Hadir dalam pertemuan tersebut para pemimpin dari India, Pakistan, Burma (sekarang Myanmar), dan Indonesia. Dalam konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya adanya Konferensi Asia-Afrika.
28-29 Desember 1954-Untuk mematangkan gagasan masalah Persidangan Asia-Afrika, diadakan Persidangan Bogor. Dalam persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan, serta siapa saja yang akan diundang.
Seleksi Kompetensi Dasar
80
18-24 April 1955 - Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung.
Persidangan ini diresmikan oleh Presiden Soekamo dan diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. Hasil dari persidangan ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila Bandung.
KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (Bruma), Sri Lanka, India, dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario Sastrowardoyo.
Tokoh-tokoh pelopor KAA:
Indonesia
: Ali Sostroamijoyo
India
Srilangka
Jawaharlal Nehru
Pakistan
Sir Jhon Kotelawala
Burma
U Nu
Moh. Ali Jinna
KAA dihadiri oleh 29 negara, 23 negara dari Asia, dan 6 lainnya dari Afrika. Hasil dari KAA dikenal dengan nama Dasa Sila Bandung atau Bandung Spirit.
Isi Dasa sila Bandung:
Menghormati hak-hak dasar manusia dengan piagam PBB.
Menghormati kedaulatan wilayah setiap negara.
Mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa, baik besar maupun kecil.
Tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal dalam negeri, baik besar maupun kecil.
Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan secara sendiri atau bersama- sama sesuai dengan piagam PBB.
Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
Tidak melakukan agresi terhadap negara lain.
Menyelesaikan perselisihan dengan jalan damai.
Memajukan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
Pengaruh KAA terhadap negara di Asia Afrika, antara lain adalah memengaruhi semangat juang negara-negara di Asia Afrika yang kemudian memproklasmasikan kemerdekaannya, seperti: Sudan, Ghana, dan lain-lain.
Peranan penting KAA bagi perdamaian dunia:
Ketegangan dunia akibat perang dingin berkurang. Hal ini dinyatakan dengan bubarnya
Blok Barat dan Blok Timur.
Politik Apartheid dihapuskan pada tahun 1993.
Jalur Resmi Lolos Tes CPNS 2024/2025
E. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
PBB atau UN (United Nations), lahir tanggal 24 Oktober 1945, dengan markas besar PBB
berada di New York, Amerika Serikat.
Indonesia menjadi anggota PBB yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950.
Syarat-syarat menjadi anggota PBB:
Negara merdeka
Negara yang cinta damal
Mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan dan selanjutnya oleh Majelis Umum PBB.
Negara yang sanggup menyelenggarakan piagam PBB
Dewan Keamanan terdiri atas 15 negara anggota, yang terdiri atas 5 anggota tetap-Cina Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat-dan 10 anggota tidak tetap, saat ini, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Kolombia, Gabon, Jepang, Jerman, India, Lebanon, Nigeria, Portugal, dan Afrika Selatan. Tugas Dewan Keamanan:
Memelihara perdamaian dan keamanan antarnegara di dunia
Menyelesaikan pertikaian internasional
Mengajukan usul yang akan dibahas dalam sidang umum.
Lembaga-lembaga Dewan Ekonomi dan Sosial
UNESCO
: Organisasi pendidikan dan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
WHO
:Organisasi kesehatan dunia
ILO
FAO
IMF
Organisasi buruh sedunia
: Organisasi makanan dan pertanian
GATT
: Dana keuangan internasional
Tujuan PBB
: Persetujuan tentang tarif dan perdagangan
Menjamin perdamaian dan keamanan internasional.
Mengadakan kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah ekonomi, sosial, kebudayaan, dan kemanusiaan.
Menjunjung tinggi hak manusia dengan jalan tidak membedakan jenis kelamin, agama, dan bangsa.
Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa.
Menjadikan PBB sebagai pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama.
Peran Indonesia dalam PBB
Danrah Konflik
Sinai, Mesir
Kongo (Zaire)
Kongo (Zaire)
Vietnam
Mesir
Bosnia Herzegovina
Tahun
1957
1960
1962-1964
1973-1979
1973 1992
Nama Pasukan
Pasukan Garuda I
Pasukan Garuda II
Pasukan Garuda III
Pasukan Garuda IV, V, VI Pasukan Garuda VII, VIII
Misi Kesehatan PBB
Kesatuan PBB
UNEF
UNOC
UNOC
ICCS
UNEF
82
Seleksi Kompetensi Dasar

Komentar
Posting Komentar